TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Lansia Asal Lebak Hilang Terseret Arus Sungai Ciujung

Tim SAR Gabungan Masih Lakukan Pencarian

Reporter: Nipal
Editor: Redaksi
Rabu, 28 Januari 2026 | 09:30 WIB
MENCARI. Tim SAR gabungan menggunakan perahu karet, sedang mencari korban hilang terseret arus sungai Ciujung, tepatnya di Desa Cigoong Selatan, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Selasa (27/1).
MENCARI. Tim SAR gabungan menggunakan perahu karet, sedang mencari korban hilang terseret arus sungai Ciujung, tepatnya di Desa Cigoong Selatan, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Selasa (27/1).

LEBAK - Salah seorang lanjut usia (Lansia) Ikna (70) warga Kampung Selapajang Ujung, Desa Cigoong Selatan, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, hilang saat melintas menggunakan batang pisang di sungai Ciujung, Senin (26/1), sekitar pukul 17.50 WIB.

 

Dari Senin malam hingga saat ini, para personel Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dan belum dapat menemukan korban tenggelam tersebut.

 

Kepala Desa (Kades) Cigoong Selatan, Ahmad Supendri membenarkan, ada warganya yang sudah Lansia tenggelam di sungai Ciujung. “Kejadiannya kemarin (Senin), dan sampai saat ini masih dilakukan pencarian oleh Tim SAR gabungan,” kata Ahmad Supendri, Selasa (27/1).

 

Kades menjelaskan, kejadian bermula sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, korban berusaha menyeberangi sungai Ciujung dengan menggunakan batang pisang sebagai alat bantu. Namun nahas, batang pisang tersebut terlepas, sementara korban diketahui tidak bisa berenang, sehingga terseret arus sungai dan tenggelam.

 

“Korban terseret dan tenggelam di sungai saat melintas menggunakan batang pisang sebagai alat bantu, alat bantunya terlepas hingga terseret arus sungai. Ditambah korban Lansia tidak bisa berenang,” ungkapnya.

 

Terpisah, Kasubsi Siaga dan Operasi pada Basarnas Banten, Rizky Dwianto membenarkan, kejadian tersebut. Bahkan kata dia, Tim Rescue Kantor SAR Banten atau Basarnas menerjunkan para personel untuk melakukan pencarian terhadap korban.

 

“Sebanyak lima personel langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan. Lokasi kejadian berada pada koordinat 6°24'00.2"S 106°11'12.9"E, dengan jarak sekitar 60,5 kilometer dari Kantor SAR Banten,” jelasnya.

 

“Tim SAR dilengkapi dengan berbagai peralatan, di antaranya rescue car, rubber boat, peralatan SAR air, medis, komunikasi, serta perlengkapan pendukung lainnya,” sambungnya.

 

Hingga saat ini katanya, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berawan dan upaya pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim SAR di lapangan.

 

“Kami masih melakukan pencarian dengan peralatan lengkap, namun upaya kami masih belum dapat menemukan korban yang hilang terseret arus sungai Ciujung tersebut,” ungkapnya.

 

Dia menegaskan, Tim SAR gabungan dari kemarin hingga saat ini masih terus melakukan pencarian. Pada hari ini (Selasa) dimulai dari pagi hari hingga sore, namun pencarian itu belum juga membuahkan hasil.

 

“Kami akan terus berupaya mencari korban tersebut hingga ditemukan. Mudah-mudahan upaya kami dari kemarin hingga satu pekan kedepan bisa membuahkan hasil,” harapannya.

 

Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati dan tetap siaga. Sebab kondisi cuaca saat ini tidak menentu. “Kami ingatkan agar masyarakat tetap waspada dan siaga,” tandasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit