TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Banjir–Longsor Sumatera: 29 Desa Hilang, Warga Direlokasi

Reporter & Editor : AY
Rabu, 28 Januari 2026 | 10:17 WIB
Presiden Prabowo saat melihat dari dekat jembatan Pante Dona d8 Aceh Tenggara yang rusak diterjang banjir. Foto : Ist
Presiden Prabowo saat melihat dari dekat jembatan Pante Dona d8 Aceh Tenggara yang rusak diterjang banjir. Foto : Ist

1SUMATERA – Bencana banjir dan longsor besar yang melanda Sumatera pada akhir November lalu menyebabkan 29 desa dilaporkan hilang. Desa-desa tersebut tertimbun material longsor atau berubah menjadi aliran sungai akibat pergeseran jalur sungai.

 

Data itu disampaikan Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto dalam Rapat Kerja Komisi V DPR, Selasa (27/1/2026). Berdasarkan pendataan per 12 Januari 2026, desa yang hilang tersebar di Aceh (21 desa) dan Sumatera Utara (8 desa). Sumatera Barat dipastikan tidak memiliki desa yang dinyatakan hilang.

 

“Desanya benar-benar hilang, ada yang jadi sungai dan ada yang tertimbun lumpur. Bangunan serta sarana-prasarana sudah tidak ada,” kata Yandri. Ia memastikan warga selamat dan kini mengungsi di lokasi yang lebih aman.

 

Pemerintah menyiapkan penanganan melalui Keppres Nomor 1 Tahun 2026 dengan Menteri Dalam Negeri sebagai Ketua Satgas. Langkah yang dilakukan meliputi pemutakhiran data, relokasi ke lahan aman, pembangunan kembali infrastruktur dasar, serta pemulihan ekonomi desa melalui UMKM, BUMDes, koperasi, dan pasar desa.

 

Ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Tito Karnavian menyebut pemulihan di sejumlah daerah menunjukkan kemajuan. Di Sumatera Barat, sebagian wilayah sudah normal dan lainnya mendekati normal. Di Sumatera Utara, mayoritas daerah juga berangsur pulih, meski beberapa masih butuh perhatian khusus.

 

Sementara itu, pemulihan di Aceh masih membutuhkan upaya intensif, terutama di wilayah dataran tinggi yang sempat terisolasi. Pemerintah memperkuat stok logistik hingga tiga bulan dan mempercepat pembukaan akses jalan serta jembatan darurat.

 

Normalisasi sungai, perbaikan jembatan, sekolah, pasar, rumah ibadah, serta pemulihan listrik, air bersih, internet, dan distribusi energi terus dilakukan bertahap di seluruh wilayah terdampak.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit