TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Pemkot Evaluasi PJJ Di Sekolah Terdampak Banjir

Reporter: Idral Mahdi
Editor: Redaksi
Jumat, 30 Januari 2026 | 07:00 WIB
Ist.
Ist.

SERPONG-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) masih melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diberlakukan sejak 24 hingga 28 Januari 2026. Evaluasi tersebut dilakukan untuk menentukan apakah kebijakan belajar daring perlu diperpanjang atau sekolah dapat kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka.

 

 Kepala Dindikbud Kota Tangsel, Deden Deni menjelaskan, bahwa PJJ diterapkan sebagai langkah antisipasi menyusul potensi cuaca ekstrem yang diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

 

 “PJJ kemarin kita berlakukan untuk memastikan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik, terutama di wilayah yang terdampak cuaca dan banjir,” ujar Deden saat dikonfirmasi, Kamis (29/1).

 

Menurutnya, secara umum pelaksanaan PJJ jangka pendek berjalan cukup baik. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada kondisi masing-masing sekolah, mulai dari kesiapan sarana prasarana, akses internet, hingga situasi lingkungan sekitar.

 

“Untuk jangka pendek, PJJ bisa menjadi solusi. Tapi tentu tidak bisa disamaratakan karena setiap sekolah memiliki kondisi yang berbeda,” katanya.

 

Hasil evaluasi sementara menunjukkan masih terdapat sekolah yang menghadapi kendala akses akibat banjir. Deden menyebut setidaknya satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Pondok Aren, serta SMP Negeri 22 Tangerang Selatan yang sempat melanjutkan PJJ karena kondisi lingkungan belum sepenuhnya aman.

 

 “Ada satu SD di Pondok Aren dan SMP Negeri 22 yang kemarin masih PJJ. Ini yang sedang kami kaji lagi dengan melihat dinamika cuaca saat ini,” jelasnya.

 

Deden menegaskan, bahwa jika terjadi perpanjangan PJJ, kebijakan tersebut tidak akan diberlakukan secara menyeluruh. Sekolah yang dinilai aman dan tidak terdampak dipersilakan kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan tetap berkoordinasi bersama pihak terkait.

 

“Kebijakan ini sifatnya situasional. Sekolah yang sudah siap dan aman silakan melaksanakan tatap muka,” tegasnya.

 

Selain itu, Dindikbud meminta pihak sekolah untuk aktif melaporkan kondisi terkini, mulai dari akses jalan, sarana prasarana, hingga kesiapan tenaga pendidik. Laporan tersebut akan menjadi bahan utama dalam pengambilan keputusan lanjutan. “Respons dan laporan dari sekolah sangat penting sebagai dasar evaluasi kami,” ucapnya.

 

Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendukung kebijakan sementara ini, terutama dalam memantau perkembangan cuaca serta berkoordinasi dengan pihak sekolah.

 

 “Kerja sama dengan orang tua perlu dilakukan secara intensif agar proses pembelajaran tetap berjalan optimal dan aman,” pungkas Deden.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit