TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Harlah Seabad NU Digelar Khidmat, Presiden hingga Rais Aam Tak Hadir

Reporter & Editor : AY
Minggu, 01 Februari 2026 | 07:56 WIB
Acara Harlah NU digekar di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Foto : Ist
Acara Harlah NU digekar di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Foto : Ist

JAKARTA – Nahdlatul Ulama (NU) menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) satu abad di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Acara berlangsung khidmat dan meriah, meski Presiden Prabowo Subianto, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, dan Sekjen PBNU yang juga Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) tidak hadir.

 

Harlah kali ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”, menegaskan komitmen NU dalam membangun peradaban dan menjaga keutuhan bangsa. Sekitar 10 ribu nahdliyin dari berbagai daerah memadati lokasi. Rangkaian acara diawali istighosah kubro sebelum memasuki puncak peringatan.

 

Sejumlah pejabat negara hadir, di antaranya Menko PMK Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamuddin, Ketua KPU Mochamad Afifudin, serta Ketua Bawaslu Rahmat Bagja. Mereka duduk di barisan depan bersama Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

 

Dalam sambutannya, Gus Yahya bersyukur dinamika internal yang sempat terjadi telah mereda sehingga NU bisa merayakan satu abad dalam suasana persatuan. Ia menegaskan idealisme NU tetap sejalan dengan cita-cita kemerdekaan Indonesia, yakni membangun peradaban mulia bagi seluruh umat manusia.

 

Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai dinamika di tubuh NU sebagai hal wajar layaknya tradisi diskusi di pesantren, namun tetap dilandasi sikap saling menghormati. Sementara Ketua MPR Ahmad Muzani menegaskan peran historis NU sebagai pilar persatuan bangsa sejak masa perjuangan hingga kini.

 

Terkait absennya Presiden, Gus Yahya menjelaskan kepala negara berhalangan hadir karena tugas kenegaraan menerima tamu negara.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit