Kasus Anak SD Bunuh Diri, Atalia Harap Sekolah Rakyat Jadi Jaring Pengaman
JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Atalia Praratya, menyampaikan keprihatinan mendalam atas meninggalnya seorang siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Peristiwa tersebut menjadi pengingat serius bahwa kemiskinan dan keterbatasan akses pendidikan masih menimbulkan dampak sosial yang sangat berat, terutama bagi anak-anak.
“Atas nama kemanusiaan, kita semua tentu berduka. Peristiwa ini harus menjadi refleksi bersama bahwa kemiskinan tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga pada kondisi psikologis anak dan relasi dalam keluarga,” ujar Atalia.
Sebagaimana diberitakan media, seorang anak laki-laki berusia 10 tahun berinisial YBR, siswa kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri.
Sebelum meninggal, korban sempat menulis surat kepada ibunya dalam bahasa daerah Bajawa yang mengungkapkan kekecewaan karena tidak dibelikan perlengkapan sekolah berupa buku tulis dan pulpen.
Dalam surat tersebut, korban juga berpamitan dan meminta ibunya agar tidak bersedih serta tidak menangis atas kepergiannya.
Menurut Atalia, kasus ini tidak boleh dipahami secara parsial sebagai persoalan keluarga semata, melainkan sebagai cerminan kerentanan sosial yang masih dialami sebagian masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kemiskinan dan keterbatasan layanan dasar yang tinggi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) awal 2025, angka kemiskinan di Nusa Tenggara Timur masih berada di kisaran 18,6 persen, jauh di atas rata-rata nasional sebesar 8,47 persen.
Kemiskinan di wilayah pedesaan NTT bahkan mencapai 23,02 persen, dibandingkan wilayah perkotaan yang berada di angka 8,11 persen.
Di sisi lain, Atalia mengapresiasi langkah pemerintah melalui Program Sekolah Rakyat (SR) yang diinisiasi Kementerian Sosial sebagai upaya membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi jaring pengaman sosial di bidang pendidikan agar tidak ada anak yang terhambat belajar hanya karena keterbatasan ekonomi.
"Sekolah Rakyat adalah ikhtiar negara yang sangat strategis. Namun, keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh ketepatan sasaran, kualitas pendampingan, serta integrasinya dengan layanan perlindungan sosial lainnya,” jelasnya.
Atalia juga menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dan sinergi lintas sektor antara Kementerian Pendidikan, Kementerian Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, KPAI, pemerintah daerah, masyarakat, serta sekolah.
Sinergi ini dibutuhkan untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga mampu mendeteksi secara dini kondisi psikologis anak.
“Sekolah harus menjadi ruang aman yang peka terhadap potensi distress pada anak, sehingga pendekatan psikososial dapat dilakukan lebih dini untuk mencegah kasus bunuh diri pada anak seperti yang terjadi di NTT,” ujarnya.
Atalia menilai, Program Sekolah Rakyat harus lebih selektif dalam menentukan lokasi. Selama ini, SR dinilai masih banyak berlokasi di wilayah perkotaan, sementara kemiskinan justru lebih dominan terjadi di pedesaan.
“Pemilihan lokasi Sekolah Rakyat harus berpihak pada realitas kemiskinan. Jika sekolah terlalu jauh dari desa, anak-anak miskin bisa merasa terasing dari lingkungan sosialnya,” tegas Atalia.
Dengan pemilihan lokasi yang lebih tepat, Atalia berharap Program Sekolah Rakyat benar-benar menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem secara optimal.
Komisi VIII DPR, lanjut Atalia, akan terus mengawal kebijakan perlindungan sosial dan pendidikan inklusif agar setiap anak Indonesia, tanpa terkecuali, dapat tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik.
“Negara harus hadir bukan hanya melalui pembangunan fisik sekolah, tetapi juga melalui kepekaan sosial, pendampingan, dan keberpihakan nyata. Pendidikan adalah hak dasar anak, bukan beban,” pungkasnya.
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pendidikan | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu


