TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Seleksi Calon Ketua DPRD Kota Tangerang, Zamaludin Dinilai Layak Pimpin Legislatif

Oleh: Ari Supriadi
Editor: Ari Supriadi selected
Jumat, 14 Agustus 2026 | 05:27 WIB
Zamaludin, anggota DPRD Kota Tangerang.(Istimewa)
Zamaludin, anggota DPRD Kota Tangerang.(Istimewa)

TANGERANG – Seleksi calon Ketua DPRD Kota Tangerang mulai mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan, seleksi tersebut dilakukan untuk mencari pengganti mendiang Rusdi Alam. Pendaftaran seleksi calon pengganti calon Ketua DPRD Kota Tangerang itu dibuka sejak 11 hingga 13 Agustus 2026.

 

Enam kader Partai Golkar yang masuk dalam bursa calon Ketua DPRD Kota Tangerang yakni Zamaludin, Supiani, Samsuni, Kosasih, Mustofa Kamaludin, dan Saiful Milah.

 

Dari enam nama tersebut, sosok Zamaludin menjadi salah satu kandidat yang menarik perhatian publik, karena merupakan salah satu kader senior. Ia lahir pada 1 Februari 1961 dan kini berusia 65 tahun.

 

Pengalaman di internal partai serta jam terbang sebagai legislator menjadi modal yang dimilikinya dalam mengikuti proses seleksi tersebut.

 

Zamaludin bahkan mengaku dirinya sangat siap mengikuti proses pencalonan Ketua DPRD Kota Tangerang. Ia mengatakan, keputusannya untuk maju bukan semata-mata karena mengejar jabatan, melainkan karena merasa memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan kerja kelembagaan DPRD.

 

"Kalau saya ditanya kenapa ikut dalam proses ini, karena saya merasa sebagai kader partai dan anggota DPRD punya tanggung jawab. Setelah almarhum Pak Rusdi Alam meninggal dunia, tentu harus ada yang melanjutkan tugas-tugas kelembagaan DPRD," ujar Zamaludin yang saat ini menjabat sebagai Ketua Harian DPD Partai Golkar Kota Tangerang ini kepada awak media, Jumat (14/8/2026).

 

Menurutnya, pengalaman yang selama ini dimiliki menjadi salah satu alasan dirinya berani mengambil sikap untuk mengikuti proses seleksi.

 

"Saya merasa punya pengalaman, baik di organisasi maupun di legislatif. Pengalaman itu tentu bisa menjadi bekal kalau nantinya saya dipercaya untuk memimpin DPRD," katanya.

 

Meski demikian, mantan Sekretaris DPD Golkar dua periode ini menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin menjadikan senioritas sebagai alasan untuk merasa paling berhak menduduki kursi Ketua DPRD. Menurutnya, keputusan tetap menjadi kewenangan partai melalui mekanisme yang telah ditentukan.

 

"Senioritas bagi saya bukan berarti merasa paling berhak. Itu hanya salah satu bagian dari pengalaman yang bisa menjadi pertimbangan. Semua kader yang masuk bursa tentu memiliki kapasitas dan kelebihan masing-masing," ujarnya.

 

Ia mengatakan siap bersaing secara sehat dengan beberapa kader lainnya yang juga masuk dalam bursa.

 

"Saya menghormati semua teman-teman yang masuk dalam proses ini. Kita sama-sama kader Golkar dan sama-sama memiliki tanggung jawab terhadap partai serta masyarakat Kota Tangerang," tutur Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Tangerang tersebut.

 

Dalam proses seleksi, DPD Golkar menggunakan sejumlah indikator untuk menentukan tiga nama yang nantinya akan disampaikan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

 

Penilaian mencakup kapasitas, kapabilitas, senioritas serta kriteria PDLT, yakni Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Tidak Tercela.

 

Menurut Zamaludin, kriteria tersebut merupakan hal yang positif karena Ketua DPRD nantinya tidak hanya dituntut mampu menjalankan fungsi politik, tetapi juga harus mampu memimpin lembaga legislatif secara kelembagaan.

 

"Kalau bicara kriteria, tentu saya menyerahkan kepada tim seleksi. Yang jelas, kapasitas, kapabilitas, pengalaman, loyalitas dan rekam jejak harus menjadi pertimbangan," jelas pria yang pernah menjabat Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Tangerang periode 2019-2024 ini.

 

Ia pun menyatakan siap apabila nantinya mendapatkan kepercayaan dari DPP Partai Golkar. Namun, apabila keputusan partai justru menetapkan nama lain, Zamaludin mengaku akan tetap menghormati keputusan tersebut.

 

"Kalau dipercaya, saya siap menjalankan amanah. Tetapi kalau keputusan partai menunjuk kader yang lain, saya juga harus menghormati dan mendukung keputusan tersebut. Karena bagi saya, kepentingan partai dan masyarakat lebih utama daripada kepentingan pribadi," tegas anggota Banggar DPRD Kota Tangerang ini.

 

Di kesempatan berbeda, pengamat politik sekaligus mantan juru bicara Walikota Tangerang Sachrudin pada Pilkada 2024, Imron Hamami, membeberkan bahwa sosok Zamaludin merupakan salah satu figur yang cukup layak diperhitungkan dalam proses tersebut.

 

Menurut Imron, Zamaludin memiliki modal senioritas, pengalaman organisasi dan pengalaman legislatif yang menjadi nilai tambah dalam proses seleksi. "Kalau melihat dari sisi senioritas, pengalaman dan posisi di internal partai, Zamaludin memang menjadi salah satu figur yang perlu dipertimbangkan," kata Imron.

 

Imron menilai posisi Ketua DPRD membutuhkan figur yang memiliki kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai pihak.

 

"Ketua DPRD itu bukan hanya soal jabatan. Ada kemampuan memimpin lembaga, membangun komunikasi politik, memahami dinamika pemerintahan dan menjaga hubungan kelembagaan," ujarnya.

 

Di kesempatan berbeda, Aktivis sekaligus Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tangerang 2018-2019, Tiba Yuda Laksana juga membeberkan bahwa sosok Zamaludin merupakan salah satu figur yang cukup layak diperhitungkan dalam proses tersebut.

 

“Sewaktu saya masih menjadi Ketua Umum HMI tahun 2018 di Kota Tangerang, beliau sangat terbuka untuk berdiskusi, dan mampu bergaul dengan para senior baik di HMI maupun di Partai golkar itu sendiri,” ujar Tiba.

 

“Menurut saya Zamaludin sangat layak menjadi ketua Dewan Kota Tangerang menggantikan almarhum senior kami yaitu H Rusdi Alam,” tutupnya.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit