TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Selesaikan Sampah Dari Hulu, DPRD Tangsel Buat Lubang Biopori

Reporter: Idral Mahdi
Editor: Redaksi
Senin, 09 Februari 2026 | 07:20 WIB
PEDULI LINGKUNGAN - DPRD Kota Tangsel buat lubang biopori untuk pengelolaan sampah dari hulu.
PEDULI LINGKUNGAN - DPRD Kota Tangsel buat lubang biopori untuk pengelolaan sampah dari hulu.

SETU-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan pembuatan lubang biopori sebagai upaya menanggulangi persoalan sampah dari hulu. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk edukasi dan contoh nyata pengelolaan sampah berbasis lingkungan.

 

‎ Kegiatan pembuatan biopori tersebut digelar di kawasan Setu dan diikuti jajaran pimpinan serta anggota DPRD Tangsel. Program ini diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah sejak dari sumbernya.

 Ketua DPRD Kota Tangsel, Abdul Rasyid, mengatakan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan di hilir, melainkan harus dimulai dari hulu melalui perubahan perilaku masyarakat.

‎ 

“Persoalan sampah di Tangsel harus diselesaikan dari hulu. Salah satu caranya adalah dengan edukasi dan memberi contoh langsung kepada masyarakat, salah satunya melalui pembuatan lubang biopori,” ujar Abdul Rasyid, Sabtu (7/2). 

 

‎ Ia menjelaskan, biopori memiliki banyak manfaat, di antaranya membantu mengurai sampah organik, meningkatkan daya resap air ke dalam tanah, serta mengurangi potensi genangan dan banjir.

 

‎ Menurut Politisi Golkar yang akrab disapa Ocil ini, program inisiasi lingkungan seperti ini sejatinya rutin dilakukan setiap tahun. Namun, pada tahun ini tema dan kegiatannya disesuaikan dengan tantangan aktual yang dihadapi Kota Tangsel, khususnya terkait pengelolaan sampah.

 

‎ "Biasanya setiap tahun ada kegiatan inisiasi lingkungan. Tahun ini kami sesuaikan dengan situasi dan tantangan terkini di Tangsel, salah satunya persoalan sampah. Maka edukasi dari hulu menjadi fokus utama,” jelasnya.

 

‎ Ia menuturkan, pembuatan biopori ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi diharapkan dapat menjadi gerakan bersama yang diikuti masyarakat, RT/RW, hingga lingkungan perkantoran dan sekolah.

 

‎ “Kami mencoba memberikan contoh langsung. Harapannya masyarakat bisa meniru dan menerapkan di lingkungan masing-masing,” katanya. 

‎ Ocil juga menekankan, bahwa lubang biopori dapat dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik rumah tangga, seperti sisa makanan dan daun kering, sehingga tidak semuanya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

‎ 

“Dengan biopori, sampah organik bisa terurai di tanah. Ini salah satu solusi sederhana tapi efektif untuk mengurangi volume sampah,” ungkapnya.

‎ Selain mengurangi sampah, biopori juga dinilai mampu meningkatkan kualitas lingkungan hidup serta menjaga keseimbangan ekosistem tanah di kawasan perkotaan yang semakin padat.

‎ 

Melalui gerakan ini, DPRD Tangsel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama peduli terhadap lingkun

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit