TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Disampaikan Zulhas di Forum IEO 2026

Kopdes dan MBG Jadi Jurus Utama Genjot Pertumbuhan Ekonomi Desa

Reporter: Farhan
Editor: AY
Sabtu, 14 Februari 2026 | 10:20 WIB
Menko Pangan Zulkifli Hasan. Foto : Ist
Menko Pangan Zulkifli Hasan. Foto : Ist

JAKARTA – Desa kembali didorong menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi strategi utama untuk menggerakkan ekonomi rakyat dari bawah.

 

Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas—sapaan akrabnya—dalam forum Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

 

Zulhas membeberkan, dari total 83.297 desa dan kelurahan di Indonesia, pemerintah menargetkan sekitar 80 ribu Kopdes Merah Putih berdiri. Dari jumlah itu, sebanyak 30.008 koperasi ditargetkan rampung dan mulai beroperasi tahun ini.

 

“Kalau di desa mencari lahan 1.000 meter persegi relatif mudah, tetapi di kota tentu lebih sulit. Karena itu, koperasi di wilayah perkotaan akan disesuaikan dari sisi ukuran dan desain sesuai kondisi setempat,” ujar Zulhas.

 

Menurutnya, Kopdes akan berperan sebagai pengumpul (off taker) hasil produksi rakyat, mulai dari gabah, jagung, hingga komoditas lain yang selama ini kerap dijual di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

 Penyerapan hasil produksi tersebut akan dilakukan melalui kerja sama dengan Bulog.

 

“Dengan begitu, rakyat desa memiliki kepastian pasar. Hasil produksinya jelas ada yang membeli. Ini sekaligus memotong rantai pasok yang selama ini terlalu panjang,” tegasnya.

 

Tak hanya itu, Kopdes juga disiapkan menjadi pemasok bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG. Dalam tata kelolanya, hanya pelaku usaha desa seperti BUMDes, koperasi desa, dan UMKM setempat yang diperbolehkan menjadi pemasok. Skema ini diharapkan memastikan perputaran uang tetap beredar di desa.

 

Dari sisi ketenagakerjaan, setiap Kopdes diproyeksikan menyerap sekitar 20 tenaga kerja langsung. Jika target 80 ribu koperasi terealisasi, potensi penyerapan tenaga kerja dapat mencapai 1,6 juta orang. Jumlah tersebut belum termasuk petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM yang terlibat sebagai mitra tidak langsung.

 

“Koperasi Desa Merah Putih ini akan memangkas rantai distribusi, dari produsen langsung ke konsumen di desa. Kita harapkan tumbuh pusat-pusat ekonomi baru,” kata Zulhas.

 

Ia menegaskan, Kopdes dan MBG bukan sekadar program sosial, melainkan strategi besar membangun ekosistem pangan dan ekonomi berbasis desa yang berkelanjutan.

 

“Desa harus menjadi pusat pertumbuhan. Jika desa kuat, ekonomi nasional akan semakin kokoh,” pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit