Program KKM STISIP Banten Raya Diharapkan Berdampak Pada Pengembangan Desa
PANDEGLANG - Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa STISIP Banten Raya melalui program Kerja Mahasiswa (KKM) diharapkan bisa memberikan dampak positif yang berkelanjutan, terutama pada pengembangan potensi wisata dan ekonomi kreatif di desa.
Ketua STISIP Banten Raya, Nasir menjelaskan, selama satu bulan pelaksanaan KKM mulai 12 Januari -12 Februari 2026, berjalan dengan sukses namun tentu masih ada beberapa catatan yang akan dijadikan bahan evaluasi.
“Dari sembilan desa yang dijadikan lokus KKM, saya melakukan monev ketiga lokasi, yakni Desa Bandung, Desa Sukamanah, dan Desa Pasirpeuteuy. Dari monev itu tentunya masih ada hal yang mesti dievaluasi, mudah-mudahan ke depan pelaksanaan KKM bisa berjalan lebih baik,” ungkap Nasir, saat menyampaikan sambutan dalam acara penutupan KKM di Kampus STISIP Banten Raya, di Jalan Raya Pandeglang-Rangkasbitung, Sabitangtu, Sabtu (14/2/2026).
Ia menegaskan, komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan KKM diharapkan mampu menciptakan kolaborasi berkelanjutan antara akademisi, pemerintah desa, pemerintah daerah, maupun masyarakat. “Dengan berakhirnya kegiatan KKM ini, diharapkan program yang telah dirintis dapat terus dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat desa. Optimalisasi desa wisata dan ekonomi kreatif berbasis media sosial diyakini menjadi salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan dan berdaya saing,” ungkapnya.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STISIP Banten Raya, Dian Wahyu Danial menyatakan, KKM bukan sekadar seremoni penutupan, melainkan momentum evaluasi dan keberlanjutan program. “Mahasiswa tidak hanya hadir membawa konsep, tetapi juga praktik langsung, mulai dari pelatihan pembuatan konten digital, branding produk UMKM, hingga strategi pemasaran online,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Wahyu Kusnadiharja mengapresiasi atas kegiatan KKM yang dilaksanakan di desanya. Sebab, dengan adanya KKM di desanya setidaknya memberikan motivasi kepada masyarakat serta adanya kontribusi mahasiswa yang dinilai mampu menghadirkan perspektif baru dalam pengembangan potensi lokal.
Menurutnya, optimalisasi media sosial menjadi langkah strategis di era digital untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan penjualan produk UMKM. “Saya berharap, ke depan mahasiswa yang KKM jangan berjumlah 12 orang, lebih maksimal berjumlah 20 orang. Agar program KKM dapat teroptimalisasikan selama satu bulan penuh untuk mendukung Desa Wisata,” kata Wahyu.
Acara penutupan KKM diakhiri dengan pemaparan oleh masing-masing kelompok di depan forum serta pemberian penghargaan kelompok terbaik dan sertifikat KKM.(*)
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu









