TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Son Heung-min Bertekad Ulangi Kejayaan Korea Selatan di Piala Dunia 2002

Reporter: Farhan
Editor: AY
Rabu, 27 Mei 2026 | 07:32 WIB
Timnas Korsel siap berjaya di Piala Dunia 2026. Foto : Ist
Timnas Korsel siap berjaya di Piala Dunia 2026. Foto : Ist

KORSEL – Kapten Tim Nasional Korea Selatan, Son Heung-min, menegaskan tekadnya membawa Taegeuk Warriors kembali mencetak sejarah di FIFA World Cup 2026. Bintang Los Angeles FC itu ingin mengulang pencapaian legendaris Korea Selatan saat menembus semifinal 2002 FIFA World Cup.


Bagi Son, Piala Dunia bukan sekadar turnamen sepak bola, melainkan mimpi yang telah ia simpan sejak kecil. Turnamen 2026 nanti akan menjadi Piala Dunia keempat dalam kariernya, dan ia merasa bangga masih dipercaya membela negaranya di panggung sepak bola terbesar dunia.


“Piala Dunia adalah mimpi masa kecil saya. Turnamen pertama yang benar-benar saya rasakan adalah tahun 2002. Sejak saat itu saya ingin menjadi pesepak bola dan tampil di ajang sebesar itu,” ujar Son.


Pemain berusia 33 tahun itu juga mengungkapkan bahwa kepindahannya ke LAFC pada musim lalu dipengaruhi faktor Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ia mengaku antusias merasakan atmosfer sepak bola di negara tuan rumah sebelum turnamen dimulai.


Son pun ingin memberikan kebanggaan bagi komunitas Korea Selatan yang besar di Los Angeles. Dukungan luar biasa dari masyarakat Korea di sana menjadi motivasi tambahan baginya untuk tampil maksimal bersama tim nasional.


Menurut Son, Korea Selatan harus tampil jauh lebih solid jika ingin melangkah lebih jauh dibanding pencapaian di 2022 FIFA World Cup, ketika mereka berhasil mencapai babak 16 besar. Ia menilai kekompakan pemain, staf, dan dukungan suporter akan menjadi kunci utama.
“Ini mungkin menjadi Piala Dunia terakhir saya. Karena itu saya ingin menjalani perjalanan yang luar biasa bersama tim,” katanya.


Son juga menegaskan dirinya tidak pernah merasa terbebani sebagai ikon sepak bola Korea Selatan di level internasional. Sebaliknya, ia merasa bersyukur dapat membawa kebahagiaan bagi masyarakat melalui sepak bola.


Ia turut mengenang 2014 FIFA World Cup sebagai salah satu titik penting dalam kariernya. Saat itu, Son menjadi salah satu pemain termuda Korea Selatan dan banyak belajar dari kerasnya persaingan di level tertinggi, termasuk ketika menelan kekalahan menyakitkan dari Aljazair meski berhasil mencetak gol pertamanya di ajang Piala Dunia.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit