TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Masyarakat Diminta Bijak Pilih Menu Berbuka Puasa

Reporter & Editor : Redaksi
Jumat, 27 Februari 2026 | 08:30 WIB
Deretan menu di rumah makan Nyambel Banget di Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang. Di Bulan Suci Ramadan 1447 H/2026 M , masyarakat diminta bijak memilih menu buka puasa.
Deretan menu di rumah makan Nyambel Banget di Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang. Di Bulan Suci Ramadan 1447 H/2026 M , masyarakat diminta bijak memilih menu buka puasa.

TANGERANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih menu berbuka puasa. Tujuannya, guna menjaga keseimbangan gizi dan mencegah risiko penyakit tidak menular.

 

Kepala Dinkes Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni menyampaikan, konsumsi minuman manis seperti sirup, teh manis, maupun minuman kemasan secara berlebihan saat berbuka dapat meningkatkan asupan gula harian secara signifikan.

 

Kebiasaan tersebut, apabila dilakukan terus-menerus tanpa diimbangi pengaturan kalori dan aktivitas fisik yang cukup, berpotensi menyebabkan kelebihan energi yang disimpan tubuh dalam bentuk lemak sehingga memicu kenaikan berat badan.

 

“Banyak masyarakat yang langsung mengonsumsi minuman dan makanan manis dalam jumlah besar saat berbuka. Padahal, tambahan gula yang berlebihan bisa berdampak pada peningkatan berat badan dan risiko gangguan kesehatan,” tutur Dini, Kamis (26/2).

 

Selain minuman manis, makanan tinggi lemak seperti gorengan, santan kental serta makanan cepat saji yang kerap menjadi pilihan saat berbuka juga dapat meningkatkan asupan kalori dan lemak jenuh.

 

Dalam jangka panjang, pola konsumsi ini berisiko meningkatkan kadar kolesterol, memperbesar lingkar perut serta memicu penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi.

 

“Dinkes mengingatkan batas konsumsi gula tambahan yang dianggap aman adalah maksimal 10 persen dari total kebutuhan energi harian,” katanya.

 

Lanjutnya, untuk orang dewasa dengan kebutuhan sekitar 2.000 kilokalori per hari, jumlah itu setara dengan kurang lebih 50 gram gula atau sekitar empat sendok makan per hari.

 

“Gula tambahan yang dimaksud meliputi gula pasir, gula dalam sirup, minuman manis, kue dan makanan olahan, bukan gula alami yang terdapat dalam buah utuh atau susu,” jelasnya.

 

Bahkan, dirinya menyarankan, konsumsi gula tambahan sebaiknya dibatasi hingga kurang dari ima persen dari total energi harian atau sekitar 25 gram (setara empat sendok teh) per hari, guna memperoleh manfaat kesehatan yang lebih optimal.

 

Di sisi lain, masyarakat pun perlu memastikan asupan karbohidrat, protein dan lemak terpenuhi secara proporsional serta dilengkapi vitamin dan mineral dari sayur dan buah.

 

“Hal ini penting agar kebutuhan gizi harian tetap tercapai meski waktu makan selama Ramadan lebih terbatas,” tutupnya

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit