Selama Bulan Suci Ramadan, BPBD Ingatkan Potensi Kebakaran
TANGERANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama Bulan Suci Ramadan 1447 H/2026 M. Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya aktivitas rumah tangga, terutama saat memasak sahur dan berbuka puasa, yang berisiko memicu kebakaran apabila tidak disertai kehati-hatian.
BPBD Kota Tangerang mengingatkan warga agar selalu memastikan kompor dalam kondisi mati setelah digunakan serta tidak meninggalkan aktivitas memasak saat api masih menyala.
“Peningkatan kegiatan di dapur saat Ramadan perlu diimbangi dengan kesadaran akan keselamatan. Kelalaian kecil bisa berakibat fatal dan memicu kebakaran,” demikian saran BPBD dalam keterangannya.
Selain dari dapur, masyarakat juga diminta tidak bermain petasan karena berpotensi menimbulkan percikan api, terutama di lingkungan permukiman padat penduduk. Warga dianjurkan menyiapkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di rumah sebagai langkah antisipasi awal jika terjadi kebakaran.
BPBD Kota Tangerang turut menekankan pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala. Kabel terkelupas, penggunaan stop kontak bertumpuk serta peralatan listrik yang tetap terhubung saat tidak digunakan dapat memicu korsleting.
Berikutnya, masyarakat diminta mencabut steker perangkat elektronik yang tidak dipakai serta menghindari penggunaan lilin sebagai sumber penerangan, menggantinya dengan lampu yang sesuai standar keselamatan.
Anjuran tersebut bukan tanpa alasan. Pada Rabu (25/2) malam, kebakaran hebat menghanguskan sembilan lapak barang bekas di Jalan Raya Perancis, Kecamatan Benda, Kota Tangerang. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB itu diduga dipicu pembakaran sampah yang tidak terkendali.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S. Rahman mengatakan, api dengan cepat merembet karena banyaknya material mudah terbakar seperti plastik, kain dan rongsokan, ditambah embusan angin kencang. “Informasi yang kami terima, ada salah satu pelapak yang melakukan pembakaran sampah namun tidak terkendali. Akibatnya, api merembet ke barang-barang yang mudah terbakar dan meluas ke lapak lainnya,” ujar Andia saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Untuk memadamkan api, BPBD Kota Tangerang mengerahkan delapan unit mobil pemadam kebakaran dan sekitar 50 personel. Proses pemadaman turut dibantu dua unit armada tambahan dari Kabupaten Tangerang.
Upaya petugas sempat terkendala kemacetan kendaraan besar menuju kawasan industri Dadap di sepanjang Jalan Raya Perancis. Lalu, asap hitam pekat dari material plastik dan karet yang terbakar pun menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan warga sekitar.
“Melihat dampak asap yang timbul, ini bisa menyebabkan gangguan pernapasan. Kami meminta warga untuk tidak menonton dan segera menjauh dari area terdampak,” tegas Andia.
Petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa api yang berpotensi menyala kembali. Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. Para penghuni lapak dilaporkan berhasil menyelamatkan diri saat api mulai membesar.
BPBD Kota Tangerang kembali mengingatkan masyarakat supaya tidak membakar sampah sembarangan, terutama di area dengan material mudah terbakar. Partisipasi aktif warga dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan dinilai menjadi kunci utama agar ibadah Ramadan dapat dijalankan dengan aman dan nyaman tanpa gangguan musibah kebakaran.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Lifestyle | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu




