TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

DPKP Pandeglang Usulkan Integrasi Pustu dan RPH untuk Optimalkan PAD

Oleh: Ari Supriadi
Editor: Ari Supriadi
Senin, 02 Maret 2026 | 20:56 WIB
Rapat Koordinasi (Rakor) terbatas evaluasi optimalisasi PAD bersama Sekretaris, dan para Kepala UPT di lingkungan DPKP Pandeglang, Senin (2/3/2026).(Istimewa)
Rapat Koordinasi (Rakor) terbatas evaluasi optimalisasi PAD bersama Sekretaris, dan para Kepala UPT di lingkungan DPKP Pandeglang, Senin (2/3/2026).(Istimewa)

PANDEGLANG - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang mengusulkan integrasi pelayanan Puskeswan Pembantu (Pustu) dan Rumah Potong Hewan (RPH) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan hewan sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Usulan tersebut disampaikan Plt. Kepala DPKP Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) terbatas evaluasi optimalisasi PAD bersama Sekretaris, dan para Kepala UPT di lingkungan DPKP, Senin (2/3/2026).

 

Menurutnya, pelayanan kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner (kesmavet) di Pandeglang menghadapi tantangan luasnya wilayah layanan, keterbatasan SDM veteriner, serta tuntutan peningkatan keamanan pangan asal hewan.

 

“Saat ini pelayanan kesehatan hewan dilaksanakan melalui 1 UPT Puskeswan yang didukung 3 Pustu di Menes, Labuan, dan Cibaliung dengan operasional rata-rata dua hari kerja per minggu. Sementara itu, terdapat 3 unit RPH di Pandeglang, Menes, dan Labuan dengan frekuensi pemotongan bervariasi dan belum seluruhnya didukung dokter hewan secara penuh waktu,” ujar Riza Ahmad Kurniawan, melalui siaran pers yang diterima tangselpos.id.

 

Riza menilai, kedua unit tersebut memiliki keterkaitan fungsi yang kuat, namun masih terpisah secara kelembagaan sehingga pemanfaatan SDM dan sarana belum optimal. “Integrasi Puskeswan pembantu dan RPH membuka peluang peningkatan operasional Pustu menjadi lima hari kerja, yang berpotensi meningkatkan akses layanan serta optimalisasi PAD dari jasa layanan veteriner,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan, integrasi bukan hanya soal penataan kelembagaan, tetapi juga strategi penguatan tata kelola layanan. “Dengan integrasi, kita bisa melakukan penataan SDM secara lebih fleksibel, memperkuat pengawasan kesmavet, dan memastikan setiap potensi layanan yang bernilai retribusi dapat terkelola secara maksimal untuk mendukung peningkatan PAD,” tegasnya.

 

Ditambahkan, saat ini pihaknya telah mengusulkan rencana integrasi tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan tengah melakukan kajian lanjutan terkait model kelembagaan yang paling efektif, efisien, dan berkelanjutan.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit