Sedang Tidur Lelap, Rumah Warga Surianeun Terbakar
Sekeluarga Nyaris Ikut Terpanggang
PANDEGLANG - Nasib nahas menimpa Kanang (74) warga Kampung Dungushaur RT/RW 18/04, Desa Surianeun, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang. Rumah semi permanen yang dihuni beserta Istri Arni (70) dan cucunya Misja (17) ludes terbakar si jago merah, sekitar pukul 23.30 Senin (2/3).
Api diduga bermula dari bagian atap akibat korsleting listrik. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun Kanang selain tidak memiliki tempat tinggal, juga mengalami kerugian diperkirakan mencapai Rp 75 juta rupiah.
Pemilik rumah, Arni mengungkapkan, terbangun dari tidur karena merasakan hawa panas dari kobaran api di bagian atap ruang tengah rumahnya. Dia mengaku kaget melihat api seketika membesar membakar material rumah yang mudah terbakar.
Dari situ lanjutnya mengungkapkan, langsung membangunkan suami dan cucunya, untuk berlari menyelamatkan diri dari kobaran api sambil teriak minta tolong kepada warga.
“Selain panas, saya kaget melihat api di bagian atap ruang tengah berkobar. Saya panik dan langsung membangunkan suami dan cucuk untuk menyelamatkan diri keluar rumah. Syukur kami masih selamat, dan hanya saja rumah hangus beserta isinya,” keluhnya, Selasa (3/3).
Saksi mata, Rohman (34) mengatakan, warga berdatangan membantu memadamkan api dengan material seadanya. Namun, kata dia, peristiwa itu terjadi bermula pukul 22.00 WIB, api sulit dipadamkan karena seketika langsung membumbung tinggi akibat angin kencang.
Satu jam kemudian lanjut Rohman, datang bantuan dari tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pandeglang, dan berhasil memadamkan api sekira pukul 23.30 WIB. “Tetapi kondisi rumah sudah hangus semua terbakar,” katanya.
Kepala Desa (Kades) Surianeun, Muhammad Rizali Asyukron, berjanji akan mengusulkan bantuan kedaruratan ke pihak Kecamatan Patia untuk diteruskan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang.
Dia berharap agar warganya bernama Kanang beserta keluarga yang menjadi korban kebakaran mendapatkan bantuan. Apalagi, diketahui Kanang tercatat sebagai warga kurang mampu yang mesti dibantu.
“Akan kita usulkan bantuan. Selain bantuan kedaruratan, seperti makanan pokok dan pakaian layak pakai. Juga mudah-mudahan ada bantuan pembangunan rumah baru dari program pemerintah daerah,” tandasnya.
Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB), Beni Madsira menegaskan, pihaknya bersama unsur dari Pemkab Pandeglang sudah menyalurkan bantuan berupa logistik kepada korban kebakaran tersebut.
“Alhamdulillah, baik dari KSB dan Pemkab Pandeglang melalui BPBDPK Pandeglang sudah memberikan bantuan logistik untuk korban,” katanya.
Dia memastikan kerugian atas musibah kebakaran tersebut, mencapai puluhan juta. Sebab, kondisi rumah semi permanen terbakar hingga rata dengan tanah dan isi rumah pun tidak ada yang bisa diselamatkan.
“Bangunan rumahnya semi permanen, jadi tidak ada yang terselamatkan baik rumah maupun barang-barang berharga milik korban. Sebab, api begitu cepat membakarnya hingga rumah rata dengan tanah,” tandasnya.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Internasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 21 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu



