TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Setahun Budi-Agis, Pembangunan Kota Serang Semakin Meledog

Tidak Hanya Menata Kota, Tetapi Juga Membangun Kesejahteraan Warga

Oleh: Ari Supriadi
Editor: Ari Supriadi selected
Jumat, 17 April 2026 | 17:31 WIB
Wali Kota Serang, Budi Rustandi (kanan) didampingi Wakil Wali Kota, Agis Nur Aulia, saat meresmikan kawasan Royal Baroe, Desember 2025.(Istimewa)
Wali Kota Serang, Budi Rustandi (kanan) didampingi Wakil Wali Kota, Agis Nur Aulia, saat meresmikan kawasan Royal Baroe, Desember 2025.(Istimewa)

SERANG - Satu tahun kepemimpinan Budi Rustandi-Nur Agis Aulia, Kota Serang terus bertransformasi menuju bentuk yang semakin baik. Selain masif melakukan penataan wajah kota agar lebih estetik, Budi-Agis tidak lupa membangun pondasi dasar yakni pembangunan manusia yang dilandasi dengan peningkatan ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan yang menuju paripurna.

 

Arah pembangunan di bawah komando Budi Rustandi dinilai semakin terukur dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Mengusung semangat “Satu Arah Kemajuan: Ekonomi Mandiri untuk Kesejahteraan Warga”, Kota Serang berhasil mencatatkan tren sangat positif pada berbagai indikator makro sepanjang tahun 2025.

 

Wali Kota Serang, Budi Rustandi dalam sebuah momen tugas kenegaraan menyampaikan, tahun pertama kepemimpinannya fokus untuk meletakan pondasi kuat melalui ekonomi mandiri yang mendorong kesejahteraan warga Kota Serang.

 

“Kami memastikan bahwa setiap program prioritas yang dirancang benar-benar menjawab aspirasi dan menghadirkan dampak positif secara langsung. Sinergi yang terjalin antar perangkat daerah menjadi kunci utama agar setiap kebijakan pembangunan dapat berjalan secara terukur dan tepat sasaran,” ujar Budi.

 

Dikatakan kader Partai Gerindra ini, sapaian indikator makro seperti kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan penurunan angka kemiskinan menunjukkan bahwa kualitas hidup masyarakat Kota Serang terus mengalami perbaikan nyata.

 

“Melalui penguatan UMKM dan perbaikan infrastruktur jalan, kami ingin memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan merata hingga ke sudut kota. Tujuan akhir kita adalah mewujudkan Kota Serang Madani yang maju peradabannya serta sejahtera seluruh lahir dan batin warganya,” terangnya.

 

Menyambung visi tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Serang, W. Hari Pamungkas menegaskan, bahwa capaian memuaskan ini adalah hasil dari kerja kolaboratif yang dipimpin langsung oleh Wali Kota.

 

Kualitas Hidup Warga Membaik

 

Keberhasilan kepemimpinan Budi-Agis sangat terasa pada peningkatan IPM yang berada di angka 77,50 pada tahun 2025. Angka terus naik signifikan dari tahun sebelumnya yang berada di angka 76,90. Peningkatan ini didorong oleh membaiknya fasilitas kesehatan dan daya beli, di mana usia harapan hidup warga kini mencapai 75,63 tahun. Menatap ke depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menargetkan IPM akan terus melesat hingga angka 78,48 pada usulan RKPD 2027.

 

Ekonomi Bangkit, Pengangguran dan Kemiskinan Ditekan

 

Selanjutnya pada sektor ekonomi, Kota Serang menunjukkan ketangguhannya di bawah arahan Budi Rustandi. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) pada realisasi tahun 2025 tercatat solid di angka 5,2 persen, meningkat dari 4,71 persen pada tahun sebelumnya. Aktivitas ekonomi yang dikawal ketat ini berbanding lurus dengan naiknya kesejahteraan warga.

 

Kata Hari data tersebut bisa dilihat melalui kenaikan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) per Kapita dari  Rp 58,49 juta pada 2024  menjadi Rp 61,65 juta di tahun 2025, dan diproyeksikan menyentuh Rp 67,93 juta pada 2027.

 

Selanjutnya penurunan pengangguran, melalui program Serang Kreatif Produktif, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sukses ditekan menjadi 6,95 persen di tahun 2025.

Terakhir pada pengentasan kemiskinan, angka kemiskinan berhasil diturunkan menjadi 5,51 persen pada tahun 2025 berkat bantuan sosial yang tepat sasaran serta inflasi yang terkendali.

 

Infrastruktur Mantap Dorong Multiplier Effect

 

Menurut Hari, pembangunan fisik dan tata kelola pemerintahan tidak sekadar mengejar angka. Meski Indeks Pelayanan Publik berhasil naik menjadi 4,16 dan capaian SAKIP meningkat ke 65,90 poin, Hari  memberikan catatan penting mengenai filosofi di balik capaian tersebut.

 

"Pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pasangan Budi-Agis ini bukan hanya menyasar fisik yang kasat mata, melainkan memiliki multiplier effect (efek ganda) terhadap ekonomi yang berjalan beriringan dengan pembangunan tersebut,” ungkap Hari, Jumat (17/4/2026).

 

Ia mencontohkan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di area Kasemen yang secara khusus dirancang untuk menghubungkan roda-roda perekonomian dan menstimulasi pertumbuhan ekonomi warga sekitar.

 

Lebih lanjut, Hari menyoroti proyek strategis penanganan banjir. Jika di tahun 2025 normalisasi Sungai Cibanten telah memberikan rasio perlindungan mencapai 72,69 persen, pada tahun 2026 ini langkah tersebut dilanjutkan dengan normalisasi Sungai Karangantu atau Kali Sultan. “Sungai Kali Sultan ini merupakan wujud kolaborasi. Penganggarannya di-cover oleh pemerintah pusat, tetapi Pemkot Serang mendukung penuh dari sisi kewenangan daerah," jelasnya.

 

Proyek ini menjadi angin segar bagi para nelayan. Selama ini, tingginya sedimentasi membuat muara dangkal sehingga kapal nelayan kerap kandas. Dengan dikeruknya muara, kelancaran lalu lintas kapal perikanan akan menghidupkan kembali ekonomi nelayan dan pedagang di pesisir Karangantu.

 

“Selain memperlancar ekonomi perikanan, pengerukan ini otomatis mengurangi hambatan sedimentasi di bagian hilir Sungai Cibanten. Kami berharap dengan normalisasi muara Karangantu ini, masalah banjir yang kerap terjadi di waktu lalu benar-benar bisa ditiadakan,” tambah Hari.

 

Dikatakannya, capaian hasil pembangunan yang dilakukan Budi-Agis dinilai sangat komprehensif. Apalagi dalam pelaksanaannya dibangun berdasarkan kolaborasi (collaborative governance) yang melibatkan aktor non pemerintah, seperti swasta dan masyarakat sipil.

 

“Ini juga merupakan bukti bahwa pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintahan Budi-Agis ini sangat komprehensif. Melibatkan kolaborasi, sinergitas, dan dirancang untuk menyelesaikan masalah dari hulu sampai ke hilir,” tegasnya.

 

Melalui pondasi kuat yang telah dibangun di tahun pertama ini, Pemkot Serang sangat optimis. Dengan kepemimpinan yang responsif, kolaboratif, serta target makro yang terukur hingga tahun 2027, Kota Serang kini mantap melangkah menuju era keemasannya.(*)

Komentar:
ePaper Edisi 17 April 2026
Berita Populer
01
Juknis SPMB Di Tangsel Rampung Lebih Awal

TangselCity | 3 hari yang lalu

03
SIM Keliling Kota Tangsel Selasa 14 April 2026

TangselCity | 3 hari yang lalu

04
06
SIM Keliling Tangerang Kota Selasa 14 April 2026

Pos Tangerang | 3 hari yang lalu

08
WNA Asal China Ditemukan Tewas Di Pantai Cibodas

Pos Banten | 3 hari yang lalu

09
Enam Kandidat Incar Posisi Ketua PKB Tangsel

TangselCity | 3 hari yang lalu

GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit