TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Pemkot Tangsel Perkuat Pendidikan dan Kesehatan untuk Dongkrak IPM

Reporter: Redaksi
Editor: Ari Supriadi
Kamis, 05 Maret 2026 | 22:46 WIB
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin. (Dok. Humas Pwmkot Tangsel)
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin. (Dok. Humas Pwmkot Tangsel)

TANGERANG SELATAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat berbagai program strategis guna meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jaminan akses pendidikan dan layanan kesehatan bagi seluruh warga.

 

Komitmen tersebut menjadi bagian dari prioritas pembangunan yang dijalankan oleh Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, dalam upaya menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata.

 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin mengatakan, sinergi antara program jaminan kesehatan universal dan bantuan pendidikan menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

 

Menurutnya, keberhasilan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasa aman, terlindungi, serta mudah mengakses layanan dasar yang berkualitas.

 

“Bapak Wali Kota Benyamin Davnie selalu menekankan bahwa investasi pada manusia adalah fondasi utama bagi masa depan Tangerang Selatan. Karena itu, pemerintah berupaya memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan, serta setiap warga dapat memperoleh layanan kesehatan yang layak tanpa terkendala biaya,” ujar Asep, Kamis (5/3/2026).

 

Ia menjelaskan, komitmen tersebut juga didukung oleh transformasi digital yang terus dikembangkan Pemkot Tangsel. Melalui sistem layanan berbasis data terintegrasi, masyarakat kini dapat mengakses berbagai program pemerintah secara lebih mudah dan transparan.

 

Beberapa program yang telah terintegrasi dalam sistem tersebut di antaranya bantuan biaya pendidikan, beasiswa pelajar, hingga layanan kesehatan rawat inap 24 jam di tingkat Puskesmas.

 

“Seluruh program unggulan ini telah masuk dalam sistem data tunggal agar tepat sasaran. Selain meminimalkan birokrasi yang berbelit, langkah ini juga memastikan setiap anggaran daerah benar-benar kembali dalam bentuk manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

 

Asep menambahkan, digitalisasi layanan publik juga bertujuan membuka akses informasi seluas-luasnya bagi warga. Melalui aplikasi layanan terpadu, masyarakat dapat mengecek status kepesertaan jaminan kesehatan maupun mendaftar program bantuan pendidikan secara daring melalui ponsel.

 

Di sektor kesehatan, Pemkot Tangsel juga mencatat capaian Universal Health Coverage (UHC) yang telah melampaui target nasional. Dengan cakupan kepesertaan yang luas, warga cukup menunjukkan KTP untuk memperoleh layanan kesehatan, mulai dari Puskesmas hingga rujukan ke rumah sakit daerah.

 

Selain itu, sejumlah Puskesmas di Tangsel kini telah dilengkapi fasilitas rawat inap dan layanan 24 jam untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

 

“Puskesmas tidak lagi hanya tempat pemeriksaan dasar, tetapi sudah berkembang menjadi pusat layanan kesehatan yang siap melayani warga sepanjang waktu,” katanya.

 

Pemkot Tangsel juga secara rutin melakukan pembaruan dan validasi data penerima bantuan kesehatan agar subsidi premi benar-benar diterima oleh warga yang berhak. Proses ini dilakukan melalui koordinasi lintas perangkat daerah, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Diskominfo.

 

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Tangsel optimistis peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan akan berdampak langsung pada peningkatan IPM.

 

Pemerintah daerah juga menargetkan Tangerang Selatan dapat terus menjadi salah satu daerah dengan IPM tertinggi di Provinsi Banten, sekaligus menjadi contoh pelayanan publik berbasis teknologi yang inklusif dan responsif.

 

“Harapannya, Tangsel menjadi kota yang nyaman bagi semua warganya, di mana setiap individu mendapat dukungan untuk tumbuh dan berkembang secara maksimal,” pungkas Asep.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit