Korban Perang Iran vs AS–Israel Tembus 1.000 Orang, 100 Ribu Mengungsi
IRAN - Korban perang antara Iran melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel terus bertambah. Dalam waktu kurang dari sepekan sejak konflik meletus, jumlah korban tewas dilaporkan telah melampaui 1.000 orang, sementara lebih dari 100.000 warga mengungsi di berbagai wilayah Timur Tengah.
Kantor berita Iran Tasnim dan Human Rights Activists News Agency (HRANA) mencatat sedikitnya 1.097 warga sipil tewas di Iran, termasuk 168 anak-anak dan 14 guru.
Korban juga dilaporkan di sejumlah negara lain. Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut 74 orang tewas akibat pemboman Israel. Sementara United States Central Command (CENTCOM) melaporkan 10 orang tewas di Kuwait akibat serangan Iran, termasuk enam anggota militer AS.
Layanan darurat Israel, Magen David Adom, juga melaporkan sedikitnya 10 korban tewas akibat serangan rudal Iran. Di Irak, empat tentara milisi Pasukan Mobilisasi Populer dilaporkan tewas akibat serangan udara AS dan Israel.
Konflik ini bermula pada 28 Februari 2026 setelah AS dan Israel melancarkan serangan besar ke sejumlah target militer Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Teluk.
Pertempuran yang terus berlangsung memicu gelombang pengungsi. Sekitar 80.000 warga dilaporkan telah mengungsi ke Lebanon, dan jumlah pengungsi diperkirakan dapat melampaui 100.000 orang.
Di tengah eskalasi konflik, jalur perdagangan energi dunia juga terdampak. Kapal tanker minyak dilaporkan mulai menghindari jalur strategis Selat Hormuz karena meningkatnya ancaman keamanan.
Internasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 16 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 22 jam yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu



