Wisatawan Asal Depok Hilang Digulung Ombak
Saat Berenang Di Pantai Kayakas Pulo Manuk
LEBAK - Salah seorang wisatawan Dendi Darmawan (22) warga Kampung Cilangkap RT/RW 03/14, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kota Depok, hilang digulung ombak di pantai Kayakas Pulo Manuk, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, pada Selasa (24/3), sekitar pukul 16.45 WIB.
Hingga hari kedua (Rabu, 25/3) dilakukan pencarian oleh Tim SAR Gabungan, belum juga membuahkan hasil menemukan korban yang hilang digulung ombak tersebut.
Anggota Madur Rescue, Jhon mengungkapkan, kejadian itu bermula, saat korban Dendi berenang bersama dua temannya Afis (19)dan Dwi (23). Jelasnya, insiden bermula sekitar pukul 16.45 WIB, ketika tiga orang remaja berenang di sekitar pantai sambil mengejar bola yang terbawa arus ke tengah laut.
“Dendi diduga kelelahan dan terseret arus. Afis sempat berupaya menolong, namun karena kondisi korban yang cukup berat dan arus yang semakin kuat, upaya penyelamatan tidak berhasil. Afis akhirnya kembali ke daratan dengan bantuan perahu nelayan, sementara Dwi berhasil lebih dahulu mencapai tepi pantai,” jelas Jhon, Rabu (25/3).
Kejadian itu langsung dilaporkan kepada pihak Basarnas Banten untuk dilakukan pencarian. Hingga saat ini katanya, Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban. “Unsur potensi SAR bersama nelayan setempat terus melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian,” pungkasnya.
Kasubsie Siaga dan Operasi Basarnas Banten, Rizky Dwianto mengatakan, memasuki hari kedua operasi pencarian terhadap satu orang yang terseret arus di Pantai Kayakas Pulo Manuk, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten bersama unsur SAR Gabungan melanjutkan operasi pencarian dengan memperluas area pencarian di perairan sekitar lokasi kejadian, Rabu (25/3).
“Pada operasi SAR hari kedua (H2), Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing pada pukul 07.00 WIB untuk menentukan rencana pencarian. Search area ditetapkan dengan radius 1 nautical mile dari lokasi kejadian dengan total area pencarian di wilayah perairan seluas kurang lebih 10,76 nautical mile persegi,” katanya.
Dalam pelaksanaan operasi, Tim SAR membagi pencarian menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama menggunakan perahu nelayan melakukan pencarian di sisi Tenggara lokasi kejadian dengan luas area pencarian sekitar 1 nautical mile persegi dan jarak pencarian mencapai 12 nautical mile dari titik awal.
Sementara itu, SRU kedua melakukan penyisiran darat di sepanjang pesisir pantai dalam area pencarian serta berkoordinasi dengan pengelola wisata setempat untuk segera memberikan informasi apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Apabila korban ditemukan, tim SAR telah menyiapkan rencana evakuasi dengan menggunakan perahu karet serta teknik pengangkatan dari air, kemudian korban akan dibawa menuju Puskesmas Bayah untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.
Operasi SAR hari kedua melibatkan berbagai unsur SAR gabungan di antaranya Unit Siaga SAR Lebak, Pos TNI AL Bayah, Babinsa Bayah, Damkar Kabupaten Lebak, BPBD Kabupaten Lebak, Polsek Bayah, Polairud, pengelola wisata, Madur Rescue, serta Satpol PP Kecamatan Bayah.
“Hingga pukul 17.00 WIB, operasi pencarian hari kedua dihentikan sementara dengan hasil nihil, dan akan dilanjutkan kembali pada Kamis (26/3), sekitar pukul 07.00 WIB,” pungkasnya.
Dia menegaskan, Tim SAR Gabungan terus berupaya maksimal dalam melakukan pencarian dengan harapan korban dapat segera ditemukan. “Operasi pencarian masih terus berlangsung dengan harapan korban dapat segera ditemukan,” tandasnya.
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu











