Relasi Maverick Viñales – Jorge Lorenzo Dirumorkan Retak, Performa KTM Jadi Sorotan
AS – Tim KTM MotoGP Team tengah diterpa isu kurang sedap. Hubungan antara pembalap andalan mereka, Maverick Viñales, dengan pelatih performanya, Jorge Lorenzo, dikabarkan mulai merenggang.
Padahal, Lorenzo direkrut dengan harapan mampu mengangkat kembali mental bertanding Viñales yang dinilai menurun dalam beberapa musim terakhir.
Spekulasi ini menguat setelah hasil buruk yang diraih Viñales pada awal musim MotoGP 2026. Dalam dua seri pembuka, ia tampil jauh dari ekspektasi—hanya finis di posisi ke-16 pada MotoGP Thailand dan merosot ke posisi ke-18 di MotoGP Brasil.
Situasi semakin menimbulkan tanda tanya setelah Lorenzo tidak terlihat mendampingi Viñales di Brasil. Ia bahkan diperkirakan kembali absen pada seri MotoGP Amerika Serikat di Austin, dan baru dijadwalkan hadir di Jerez—bukan sebagai pelatih, melainkan komentator.
Media Spanyol pun mulai menyoroti dinamika ini, terutama karena absennya sosok pelatih di tengah performa pembalap yang belum menunjukkan perbaikan.
Pihak tim mencoba meredam spekulasi. Bos KTM, Nico Goyon, mengaku tidak mengetahui secara detail situasi hubungan keduanya.
“Saya percaya semuanya baik-baik saja. Kami fokus pada tim dan balapan,” ujarnya.
Sementara itu, Viñales memilih tidak menanggapi isu yang berkembang dan menegaskan fokusnya tetap pada peningkatan performa di lintasan.
“Saya tidak tertarik pada rumor. Saya punya hal lain yang perlu diperhatikan,” katanya.
Meski belum ada konfirmasi resmi, absennya Lorenzo dalam beberapa seri awal tetap memunculkan berbagai spekulasi. Di tengah tekanan akibat hasil yang belum memuaskan, situasi ini berpotensi menambah beban bagi Viñales dalam menjalani musim panjang.
Padahal, kehadiran Lorenzo sebelumnya membawa harapan besar. Mantan juara dunia itu dipercaya sebagai mentor untuk mengembalikan mental juara Viñales.
Dalam pernyataan terdahulu, Lorenzo bahkan sempat mengungkap keprihatinannya terhadap perubahan mentalitas pembalap asal Spanyol tersebut.
“Sejak kecil dia dikenal sebagai pembalap yang ‘membunuh’ di lintasan dan sangat membenci kekalahan. Namun dalam lima atau enam tahun terakhir, saya rasa dia kehilangan motivasi atau hasrat untuk menang,” ujar Lorenzo.
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu











