Pompa Air Penyedot Banjir Di Wilayah Cimone Jaya Digondol Maling
TANGERANG — Mesin pompa air berukuran besar yang berfungsi menyedot banjir di wilayah Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, hilang digondol maling. Peristiwa terjadi di lingkungan RT 02/RW 08 dan baru diketahui warga saat melakukan pengecekan rutin.
Raibnya mesin pompa diduga terjadi pada malam hari. Aksi pelaku luput dari pantauan karena gardu penyimpanan tidak dilengkapi kamera pengawas (CCTV). Selain itu, kondisi lokasi yang gelap turut mempermudah pelaku menjalankan aksinya tanpa diketahui warga sekitar.
Ketua RT 02, Musaropah mengatakan, mesin yang lenyap merupakan fasilitas vital bagi warga dalam mengatasi banjir yang kerap melanda kawasan di sana saat hujan deras. “Yang hilang mesin pompa air untuk banjir, bentuknya seperti jetpam dengan ukuran cukup besar. Di dalam gardu ada dua mesin, tapi satu lagi aman karena ditanam,” ujarnya.
Menurutnya, mesin pompa air memiliki berat mencapai ratusan kilogram, berkisar antara 100 hingga 300 kilogram. Ukurannya yang besar dan bobotnya yang berat membuat warga menduga pelaku lebih dari satu orang dan telah merencanakan aksi pencurian.
Akibat kejadian ini, warga diliputi kekhawatiran. Pasalnya, keberadaan mesin pompa sangat penting untuk mengurangi genangan air yang kerap muncul saat intensitas hujan tinggi. “Kalau hujan deras, di sini sering banjir sampai setinggi paha orang dewasa. Makanya mesin pompa sangat dibutuhkan warga,” kata Musaropah.
Selain kehilangan mesin, kondisi gardu penyimpanan juga mengalami kerusakan cukup parah. Pintu terlihat copot dan lantai ambrol, diduga akibat proses pemindahan mesin yang berat secara paksa. “Selain mesinnya hilang, gardu pun rusak parah. Kemungkinan karena mesin yang berat terbanting saat dipindahkan,” tambahnya.
Kasus pencurian tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. Sementara itu, pengurus lingkungan telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan guna mengajukan penggantian mesin ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang.
Warga berharap pemerintah segera merespons cepat kejadian tersebut. Mereka khawatir risiko banjir akan semakin besar jika fasilitas penanganan air itu tidak segera dipulihkan, terutama menjelang puncak musim hujan.
Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, membenarkan akan adanya kehilangan pompa banjir. Dirinya menyampaikan, pihaknya telah melaporkan insiden kehilangan pompa banjir pada pihak kepolisian. “Kita sudah melaporkannya pada pihak kepolisian dan pihak kepolisian sudah minta data data yang diperlukan untuk penyelidikan,” tuturnya, Senin (30/3).
Dirinya menerangkan, pompa banjir yang hilang merupakan pengadaan tahun 2010 lalu dengan nilai sebesar Rp 37 juta. “Pompa yang raib pengadaan 2010 dengan nilai Rp 37 juta,” tambah pria yang pernah menjabat sebagai Kepala DPMPTSP tersebut.
Akibat musibah yang terjadi, sambung Taufik, sementara pompa banjir yang berlokasi di area sana tidak dapat beroperasi. “Sementara pompa tidak dapat beroperasi dan akan segera diganti,” pungkasnya.
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu


