Kronologi Serangan di Lebanon: 3 Prajurit TNI Gugur, 5 Luka Saat Misi Perdamaian PBB
LEBANON – Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) gugur akibat dua insiden serangan yang terjadi dalam kurun waktu 24 jam, yakni pada Minggu (29/3/2026) dan Senin (30/3/2026).
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, menyampaikan bahwa insiden terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di wilayah tersebut.
Identitas Prajurit Gugur
Tiga prajurit TNI yang gugur dalam tugas adalah:
Praka Farizal Rhomadhon
Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar
Sertu Muhammad Nur Ichwan
Daftar Prajurit Luka
Selain korban gugur, lima prajurit lainnya mengalami luka-luka:
Praka Rico Pramudia (luka berat)
Praka Bayu Prakoso (luka ringan)
Praka Arif Kurniawan (luka ringan)
Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana
Praka Deni Rianto
Insiden pertama terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026 pukul 20.44 waktu Lebanon (Senin, 30 Maret 2026 pukul 01.40 WIB).
Serangan terjadi di markas pasukan perdamaian Indonesia (Indobatt UNP 7-1) di Desa Achid Alqusayr, Lebanon Selatan.
Dalam serangan tersebut:
Praka Farizal Rhomadhon gugur
Praka Rico Pramudia mengalami luka berat
Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan
Insiden kedua terjadi pada Senin, 30 Maret 2026 saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL menjalankan tugas pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU).
Rute pengawalan dimulai dari Mako Sektor Timur UNIFIL (UNP 7-2) menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.
Dalam perjalanan, terjadi ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan:
Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur
Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto mengalami luka
Seluruh korban luka telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit St. George, Beirut, Lebanon.
TNI Tingkatkan Kewaspadaan
TNI menegaskan bahwa seluruh personel yang bertugas dalam misi perdamaian tetap mengedepankan keselamatan dengan menjalankan prosedur tetap (SOP) yang berlaku di UNIFIL.
Saat ini, pihak UNIFIL tengah melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti dari kedua insiden tersebut. TNI juga terus memantau perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontinjensi sesuai dinamika di wilayah misi.
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu




