Bupati Hasbi Gandeng Yayasan Badan Wakaf Al-Qur’an
Memperkuat Pembinaan Spiritual & Kesejahteraan Umat
LEBAK - Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya menggandeng Yayasan Badan Wakaf Al-Qur'an (BWA), untuk memperkuat pembinaan spiritual melalui distribusi Al-Qur'an dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program wakaf inovatif, mulai dari infrastruktur air bersih hingga wakaf produktif.
Bahkan, secara resmi kolaborasi yang sejalan dengan program Lebak Mengaji tersebut, ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), di Gedung Negara Bupati Lebak, Selasa (14/4)
Bupati Hasbi mengaku, sangat menyambut baik serta mengapresiasi bantuan awal sebanyak 1.000 mushaf Al-Qur'an yang telah didistribusikan ke 28 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Lebak.
“Dukungan Yayasan BWA diharapkan mampu menerangi Lebak, terutama di sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan,” kata Bupati Hasbi.
Selain itu dia menilai, sinergi antara Pemerintah Daerah (Pemda) Lebak dengan Yayasan BWA diharapkan dapat memperkuat pembinaan keagamaan, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya juga telah menyampaikan melalui Sekretaris Daerah (Sekda) dan para Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) agar dapat berkolaborasi, sehingga program-program yang dimiliki BWA dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Lebak,” harapannya.
Bupati Hasbi juga menitipkan pesan khusus terkait keberadaan pondok pesantren di Lebak. Saat ini ungkapnya, terdapat 1.600 pesantren terdaftar dan sekitar 500 lainnya yang belum terdaftar secara resmi. “Saya berharap BWA dapat memberikan perhatian dan pembinaan bagi pesantren-pesantren tersebut,” pungkasnya.
Sementara, CEO Badan Wakaf Al-Qur'an M. Ichsan Salam, menyatakan komitmennya untuk mendukung dan berkontribusi khususnya untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan Al-Qur'an dan program pembinaan.
“Selain fokus pada distribusi Al-Qur'an dan pembinaan, BWA membawa sejumlah program unggulan ke Kabupaten Lebak, diantaranya wakaf sarana air bersih dengan mengatasi krisis air yang telah diimplementasikan di Gunungkencana,” katanya.
Selain itu lanjutnya, sarana dakwah dan energi dengan penyediaan kapal dan motor dakwah, serta program Cahaya Indonesia Terang yang menggunakan teknologi mikrohidro untuk daerah belum berlistrik.
“Bidang kemanusiaan dan pendidikan berupa bantuan kesehatan, biaya pendidikan bagi warga kurang mampu, serta bantuan bencana alam. Serta wakaf produktif, dengan mendorong masyarakat mengelola lahan secara produktif agar hasilnya dapat terus membiayai kebutuhan umat secara berkelanjutan,” tandasnya.
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu


