TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Pemkot Siapkan Normalisasi Di Empang Sari & Citra Prima 2

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Kamis, 16 April 2026 | 07:30 WIB
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan saat meninjau titik bantik di Perumahan Citra Prima Serpong 2, Setu, Rabu (15/4)
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan saat meninjau titik bantik di Perumahan Citra Prima Serpong 2, Setu, Rabu (15/4)

SETU-Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan meninjau sejumlah titik banjir. Peninjauan dilakukan di Perumahan Citra Prima 2, Kecamatan Setu,l serta permukiman warga di Jalan Empang Sari, Kecamatan Ciputat, Rabu (15/4).

 

Di lokasi pertama, Perumahan Citra Prima 2, Pilar menyoroti tingginya debit air yang menyebabkan aliran dari perumahan tidak mampu tertampung di sungai. Kondisi tersebut diperparah dengan pendangkalan dan penyempitan aliran.

 

"Sebelumnya sudah ada penanganan banjir, kita peninggian turap, kali. Lalu juga pemasangan dua pompa saat kemarin hujan lebat dari pagi sampai malam ternyata debit air yang ada di sungai itu sangat tinggi. Jadi air yang harusnya mengalir ke sungai dari perumahan ini tidak tertampung. Dan juga dua pompa ini cukup kerja keras," ujarnya.

 

Sebagai langkah lanjutan, Pilar meminta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) untuk segera melakukan normalisasi sungai dengan pengerukan sedimentasi yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama meluapnya air.

 

"Oleh karena itu saya minta setelah dilakukan peninjauan untuk normalisasi oleh dinas Binamarga," katanya.

 

Ia menjelaskan, pendangkalan terjadi akibat endapan material seperti batu, pasir, dan sampah yang terbawa dari wilayah hulu. Kondisi ini membuat kapasitas sungai berkurang signifikan.

 

"Normalisasi sungai supaya dikeruk sungainya yang pedangkalan. Karena ada berangkal-berangkal dan juga sampah yang terbawa dari atas, dari hulu," jelasnya.

 

 Selain normalisasi, Pemkot juga mempertimbangkan pelebaran saluran di titik penyempitan. Namun, langkah tersebut akan disesuaikan dengan status kepemilikan lahan di lokasi.

 

"Kalau itu memang lahan milik Pemkot. Kita cek nanti bagian aset. Kita lakukan pelebaran rumah harus ada pembongkaran. Tapi kalau misalkan itu ternyata milik warga lahannya. Mungkin kita ada opsi untuk pembebasan lahan untuk pelebaran di ujung dari saluran kali ini," ungkapnya.

 

Pilar juga mengusulkan pembangunan long storage atau kolam retensi sebagai solusi tambahan untuk menampung air sementara saat hujan deras, mengingat lokasi tersebut merupakan titik terendah.

 

"Maka dari itu saya minta ada long storage untuk penampungan air sementara pada saat hujan lebat," ucapnya.

 

Ia menegaskan, langkah awal yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah normalisasi sungai. Sementara pembangunan konstruksi besar seperti pelebaran dan long storage akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran. "Sesegera mungkin. Harus sesegera mungkin," tegasnya terkait pengerukan.

 

Menurut Pilar, upaya penanganan banjir di kawasan tersebut sebenarnya telah menunjukkan progres. Jika sebelumnya genangan bisa bertahan hingga satu minggu, kini dapat surut dalam waktu sekitar satu hari.

 

"Artinya bahwa pembangunan terus dilakukan. Memang belum sempurna, tapi progress sudah ada ya," katanya.

 Meski demikian, ia menargetkan ke depan tidak ada lagi genangan di wilayah tersebut melalui penyempurnaan infrastruktur drainase secara bertahap.

 

Selain faktor curah hujan tinggi, Pilar juga menyoroti persoalan sampah sebagai penyebab penyumbatan aliran air.

 

"Artinya bahwa kesadaran masyarakat juga harus, ya jangan hanya saja diawasi oleh pemerintah kota, tapi kesadaran untuk buang sampah itu ke sungai, ya harus diperhatikan," ujarnya.

 

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke kawasan Empang Sari, Ciputat. Di lokasi ini, Pilar menemukan sejumlah titik krusial yang memerlukan penanganan, mulai dari normalisasi saluran hingga pembangunan long storage.

 

"Saya melihat kondisi di Empang Sari. Satu titik itu, titik paling rendah memang. Tadi saya minta untuk dilakukan normalisasi kalinya. Terus juga terkait pemasangan long storage untuk menangani air yang ada di lingkungan," jelasnya.

 

Ia juga menyoroti perlunya perbaikan infrastruktur penunjang, seperti peninggian jembatan yang dinilai menghambat aliran air serta pembongkaran jembatan kabel lama yang sudah tidak digunakan.

 

Selain itu, penambahan pompa air di beberapa titik dinilai menjadi kebutuhan mendesak guna mempercepat penanganan genangan saat hujan deras. "Perlu. Ada beberapa titik pompa yang harus ditambahkan," katanya.

 

Pilar menargetkan, penanganan banjir di kawasan Empang Sari dapat diselesaikan dalam kurun waktu dua tahun ke depan melalui perencanaan matang dan penganggaran bertahap.

 

"Kalau memang di situ membutuhkan anggaran sekian, ya ayo kita bangun saja dalam 2 tahun ini kita selesaikan. Harus 2 tahun sih harus selesai ya di situ," tandasnya.(rmn)

Komentar:
ePaper Edisi 16 April 2026
Berita Populer
01
SIM Keliling Kota Tangsel Senin 13 April 2026

TangselCity | 3 hari yang lalu

04
Motor Mahasiswi Raib Digasak Maling

TangselCity | 3 hari yang lalu

05
06
07
Gedung SMPN 26 Dibangun

TangselCity | 3 hari yang lalu

10
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit