Realisasi APBD TA 2026 Kota Serang Triwulan Pertama Menunjukkan Tren Positif
SERANG - Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) TA 2026 Kota Serang pada triwulan pertama menunjukkan tren yang cukup positif. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang, Ina Linawati menjelaskan, realisasi pendapatan daerah berada di angka 17,5 persen atau Rp 288 miliar dan belanja daerah sebesar Rp 280 miliar atau 16,5 persen.
Lina menjelaskan, realisasi APBD TA 2026 pada triwulan pertama ditargetkan sebesar 15 persen. Kata dia, pembagian target realisasi anggaran yang terbagi ke dalam empat triwulan ini disesuaikan dengan alokasi anggaran kas (cash budget). “Kan kita ada pengaturan alokasi anggaran kas secara persentase selama empat triwulan. Ada persentase triwulan pertama sekian persen, triwulan kedua, ketiga hingga triwulan keempat. Karena ini tujuannya untuk pengaturan cash flow,” ungkap Ina Linawati, saat ditemui tangselpos.id di kantornya di Puspemkot Serang, Rabu (15/4/2026) sore.
Menurutnya, pengaturan tersebut penting dilakukan karena kondisi fiskal Kota Serang hingga saat ini masih sangat tergantung terhadap dana transfer dari pemerintah pusat. “Karena ketergantungan (anggaran, red) Kota Serang itu sekitar 75 persen terhadap dana transfer, artinya kan kita menunggu dana transfer pusat baru kita bisa belanjakan untuk teman-teman di perangkat daerah,” bebernya.
Lebih lanjut Ina menerangkan, dalam APBD terdapat masing-masing program dan kegiatan yang diatur sumbernya, misal Dana Alokasi Umum Earmark (DAU yang ditentukan penggunaannya) dan juga Pendapatan Asli Daerah (PAD). Atas kondisi manajemen keuangan daerah tersebut, pihaknya melakukan pengaturan agar siklus keuangan daerah ini bisa berjalan sesuai perencanaan.
“Bahwa Kota Serang tahun 2025 masuk 10 besar daerah dengan realisasi belanja secara nasional, sepertinya tahun-tahun sebelumnya selalu mendapat penghargaan. Artinya kami di BPKAD melakukan pengaturan realisasi belanja sedemikian rupa, supaya kita tidak ada gagal bayar di penghujung tahun, makanya kita lakukan pengaturan secara ketat sesuai dengan mekanisme,” pungkas Ina.
Dikutip dari laman www.djpk.kemenkeu.go.id, realisasi APBD Kota Serang per 14 April 2026 diketahui anggaran pendapatan daerah Rp 1,56 triliun terealisasi Rp 234 miliar (14,95 persen). Realisasi pendapatan daerah itu terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 77,3 miliar (13,98 persen), pendapatan transfer pemerintah pusat Rp 148,4 miliar (16,98 persen), dan lain-lain pendapatan daerah Rp 8,29 miliar (5,99 persen).
Selanjutnya untuk anggaran belanja Rp 1,61 triliun dan terealisasi Rp 271 miliar (16,78 persen) yang terdiri atas realisasi belanja pegawai Rp 177,8 miliar (21,66 persen), belanja barang dan jasa Rp 71,9 miliar (13,47 persen), belanja modal Rp 17,8 miliar (8,54 persen) dan belanja lainnya Rp 3,3 miliar (6,61 persen).
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan menekankan pentingnya percepatan realisasi APBD serta penguatan pengawasan pelaksanaan anggaran. Tujuannya agar tetap selaras dengan peraturan perundang-undangan dan dokumen perencanaan.
“Hingga 31 Maret 2026 realisasi APBD kabupaten/kota se-Provinsi Banten masih berada pada tahap awal, dengan rata-rata pendapatan sebesar 18,26 persen dan belanja daerah sebesar 15,73 persen, sehingga diperlukan langkah percepatan penyerapan anggaran,” ujar Deden Apriandhi, saat menyampaikan sambutan dalam acara rapat koordinasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten/Kota Triwulan I TA 2026 di Kantor BPKAD Provinsi Banten, Kota Serang, Selasa (14/4/2026).(*)
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu


