TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

“Perang Ikan Sapu-sapu di Jakut Tembus 200 Kg, Pemprov DKI Waspadai Ledakan Populasi”

Reporter & Editor : AY
Jumat, 17 April 2026 | 11:32 WIB
Gubernur Pramono Anung saat menunjukan ikan sapu-sapu hasil operasi. Foto : Ist
Gubernur Pramono Anung saat menunjukan ikan sapu-sapu hasil operasi. Foto : Ist

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai menggelar operasi penangkapan massal atau “perang” ikan sapu-sapu secara serentak di lima wilayah kota administrasi, Jumat (17/4/2026).

 

Di saluran air RW 06, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, hasil tangkapan sudah mencapai lebih dari 200 kilogram hingga pukul 07.41 WIB. Jumlah ini melampaui perkiraan awal yang hanya sekitar 150 kilogram.

 

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengaku terkejut dengan tingginya hasil tangkapan di satu lokasi tersebut.

“Awalnya kami perkirakan hanya sekitar 150 kg. Tapi dari hasil terakhir, saya yakin sudah di atas 200 kg. Di awal saja sudah terkumpul lebih dari 60 kg,” ujarnya.

 

Tingginya angka tersebut menjadi indikasi kuat bahwa populasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta sudah sangat mendominasi.

 

Pramono menjelaskan, ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang mampu bertahan hidup dalam berbagai kondisi air, termasuk yang tercemar. Kemampuan ini membuat populasinya sulit dikendalikan dan terus berkembang pesat.

 

“Teman-teman bisa lihat sendiri, airnya hitam seperti ini, tapi mereka tetap bisa hidup,” katanya.

 

Menurutnya, penangkapan massal ini menjadi langkah awal untuk menekan dominasi ikan sapu-sapu yang dinilai merusak ekosistem perairan, khususnya di sungai dan saluran air Jakarta.

 

Lebih lanjut, Pemprov DKI juga berencana menugaskan petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) secara khusus untuk menangani persoalan ini secara berkelanjutan.

“Nanti akan kami tugaskan PJLP khusus untuk menangani ikan sapu-sapu. Ini tidak bisa hanya dilakukan secara seremonial,” tegas Pramono.

 

Ia menambahkan, penanganan akan difokuskan pada pengendalian populasi di sungai dan saluran air secara sistematis.

 

Masalah ini dinilai semakin serius karena kemampuan reproduksi ikan sapu-sapu yang sangat tinggi. Dalam sekali bertelur, seekor ikan betina dapat menghasilkan antara 300 hingga lebih dari 3.000 telur.

“Saya juga baru tahu, ikan betina biasanya lebih besar, dan sekali bertelur bisa sampai ribuan. Perkembangannya sangat cepat,” ungkapnya.

 

Saat ini, dominasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta diperkirakan telah mencapai sekitar 60 persen dan berpotensi terus meningkat jika tidak dikendalikan secara konsisten.

 

Karena itu, Pemprov DKI menegaskan komitmennya untuk terus melakukan upaya penanganan guna menjaga keseimbangan ekosistem perairan di ibu kota.

Komentar:
ePaper Edisi 17 April 2026
Berita Populer
01
Juknis SPMB Di Tangsel Rampung Lebih Awal

TangselCity | 3 hari yang lalu

03
SIM Keliling Kota Tangsel Selasa 14 April 2026

TangselCity | 3 hari yang lalu

04
06
WNA Asal China Ditemukan Tewas Di Pantai Cibodas

Pos Banten | 3 hari yang lalu

07
Enam Kandidat Incar Posisi Ketua PKB Tangsel

TangselCity | 3 hari yang lalu

08
SIM Keliling Tangerang Kota Selasa 14 April 2026

Pos Tangerang | 3 hari yang lalu

GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit