Anak Sekolah Lepas Sepatu, Petani & Pedagang Kesulitan Beraktivitas
20 Tahun Jalan Penghubung Tiga Desa Dibiarkan Rusak Berat
LEBAK - Jalan penghubung tiga desa, yakni Desa Sukadaya, Tambakbaya dan Desa Sukarendah, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, sangat memprihatinkan karena kondisinya mengalami rusak berat sudah berjalan puluhan tahun, namun hingga saat ini belum mendapatkan perhatian pemerintah.
Kerusakan jalan sepanjang 1 kilometer tepat di Kampung Suminta tersebut, dipenuhi lubang, sementara lapisan aspal nyaris tidak terlihat. Bahkan, saat musim hujan, jalan berubah menjadi kubangan lumpur licin yang sulit dilalui. Sebaliknya, pada musim kemarau, debu tebal dan lubang.
Akibat kondisi itu, anak-anak yang hendak bersekolah harus rela melepas sepatunya, karena jika tidak dilepas sepatu akan cepat kotor. Begitu juga para petani dan pedagang kesulitan melakukan aktivitas, terlebih mengancam keselamatan pengendara, baik roda dua maupun roda empat.
Salah seorang warga, Tutu (52) mengungkapkan, jalan di kampungnya sudah berjalan puluhan tahun belum diperbaiki oleh pemerintah. Padahal kata dia, kondisinya sudah rusak berat dan sangat menyulitkan aktivitas masyarakat.
“Sudah hampir 15 sampai 20 tahun jalan ini rusak, dan belum pernah ada perbaikan dari pemerintah. Anak sekolah sampai harus berjalan tanpa sepatu, petani kesulitan membawa hasil panen, pedagang juga ikut terdampak,” keluh Tuti kepada awak media, Minggu (19/4).
Katanya lagi, buruknya sistem drainase memperparah kondisi jalan. Genangan air kerap muncul dan menyebabkan pengendara terjatuh. “Selokannya nggak pernah dibetulkan,” ujarnya.
Akibat kondisi itu, upaya warga untuk memperbaiki jalan secara swadaya pun telah dilakukan, mulai dari menimbun dengan puing hingga aksi protes simbolik pada 2025 lalu. Namun, janji perbaikan tak kunjung terealisasi.
“Kami pernah membuat replika kuburan di jalan sebagai bentuk kekecewaan. Waktu itu dijanjikan tiga bulan diperbaiki, tapi sampai setahun belum ada realisasi,” katanya.
Ironisnya, pembangunan infrastruktur justru terlihat di desa lain yang lokasinya tidak jauh dari Kampung Suminta. Hal ini memicu kekecewaan warga yang merasa diabaikan. “Desa lain sudah dibangun meskipun belum selesai, tapi kampung kami tidak pernah diperhatikan,” keluhnya.
Kekecewaan semakin mendalam karena warga merasa hanya diingat saat momentum pemilu. “Setiap pemilu calon datang mencari suara, tapi setelah terpilih kami dilupakan,” katanya.
Warga kini berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, segera mengambil langkah konkret, termasuk melalui realisasi program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).
“Harapan kami sederhana, jalan ini diperbaiki agar layak dilalui. Kasihan anak-anak sekolah dan warga yang setiap hari melewati jalan ini,” keluhnya penuh harapan segera dibangun.
Terpisah, Staf Desa Sukadaya, Iyan menyatakan, pihak desa telah berulang kali mengusulkan perbaikan melalui mekanisme resmi seperti Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Namun, usulan tersebut belum juga disetujui. “Sejak 2023 sampai Januari 2025, usulan terus ditolak karena tidak masuk SK (Surat Keputusan). Padahal koordinat sudah jelas dan prosedur sudah diikuti,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak, sempat melakukan kunjungan dan menjanjikan pembangunan pada Maret 2026. Namun hingga kini belum ada realisasi.
“Sudah dikunjungi pihak PUPR dan dijanjikan akan dibangun pada Maret 2026, bahkan sudah dilakukan pengukuran bersama masyarakat, tapi sampai sekarang belum ada kabarnya,” katanya.
Menurut Iyan, keterbatasan anggaran desa akibat pemangkasan dari pemerintah pusat menjadi salah satu kendala utama. Total jalan rusak di Desa Sukadaya diperkirakan mencapai sekitar 5 kilometer, dengan kondisi terparah berada di Kampung Suminta.
“Total jalan rusak sekitar 5 kilometer, dan yang paling parah ada di Kampung Suminta. Rencana pembangunan sempat ada dari kami, tapi pihak PUPR sudah menjanjikan waktu itu,” katanya lagi.
Pihak desa berharap pemerintah daerah maupun provinsi segera memberikan solusi konkret, mengingat kondisi jalan yang semakin parah dan mendesak untuk diperbaiki. “Kasihan masyarakat di sana, tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa,” tandasnya.
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu



