TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Jemaah Haji Diingatkan Waspadai Panas Ekstrem, Manfaatkan Asuransi dan Layanan Bus Shalawat

Oleh: M. Rusmadi RM
Editor: AY
Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:31 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

MAKKAH – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengingatkan jemaah agar memberi perhatian serius pada aspek kesehatan, terutama dalam menghadapi suhu panas ekstrem saat puncak ibadah haji.


Kepala Seksi Kesehatan PPIH Daerah Kerja Makkah, dr. Edi Supriyatna, menjelaskan bahwa otoritas Arab Saudi telah memperluas perlindungan asuransi bagi jemaah, khususnya pada periode 8 hingga 13 Dzulhijjah.


Perlindungan tersebut mencakup berbagai risiko akibat suhu panas, seperti kram panas (heat cramps), kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga serangan panas (heat stroke).


“Jika kondisi tersebut terjadi pada masa puncak haji, maka biaya penanganannya dapat diklaim melalui asuransi. Di luar periode itu, biaya pengobatan menjadi tanggungan pribadi,” ujarnya.


Ia juga menekankan pentingnya kesiapan fisik serta kemampuan beradaptasi dengan cuaca di Tanah Suci. Jemaah disarankan menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum sekitar 200 mililiter air setiap jam secara bertahap.


Selain itu, jemaah dianjurkan membawa perlengkapan sederhana seperti kipas tangan, semprotan air, atau kain basah untuk membantu menurunkan suhu tubuh.


Di sisi lain, PPIH juga mengingatkan jemaah agar tidak membawa barang berlebihan, terutama barang berharga, saat menggunakan bus shalawat menuju Masjidil Haram. Imbauan ini disampaikan karena masih sering ditemukan kasus barang tertinggal di dalam bus maupun di area masjid.


Kepala Bidang Layanan Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, menegaskan bahwa jemaah sebaiknya hanya membawa barang yang benar-benar diperlukan.


“Barang yang tidak penting sebaiknya ditinggalkan di hotel. Yang wajib dibawa justru kartu rute, karena menjadi panduan utama saat menggunakan bus shalawat,” jelasnya.


Dengan sistem 21 rute tanpa nomor ganda, jemaah cukup mencocokkan kartu rute dengan nomor dan warna bus untuk menghindari kesalahan tujuan.


Bus shalawat sendiri beroperasi selama 24 jam, melayani 10 sektor di lima wilayah utama Makkah. Jemaah juga diingatkan tidak perlu memberikan tip kepada sopir, karena seluruh layanan telah dikontrak secara resmi oleh PPIH.


Dengan menjaga kesehatan dan mengikuti panduan transportasi yang ada, jemaah diharapkan dapat menjalankan ibadah haji dengan aman, nyaman, dan lancar.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit