TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Pemprov DKI Alokasikan Rp3,9 Miliar untuk Bebaskan Ribuan Ijazah Siswa yang Tertahan

Reporter: Farhan
Editor: AY
Senin, 04 Mei 2026 | 14:46 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan dengan meluncurkan program pemutihan ijazah bagi ribuan siswa yang sempat tertahan. Kebijakan ini diumumkan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.


Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa pada tahap awal program ini, sebanyak 2.026 siswa dari berbagai jenjang—mulai dari SD, SMP, SMA, SMK hingga PKBM—akan menerima ijazah mereka yang sebelumnya tertahan akibat kendala administratif maupun finansial.


Program ini terlaksana berkat kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dengan total anggaran mencapai Rp3,95 miliar. Langkah ini diharapkan dapat membuka kembali peluang pendidikan maupun dunia kerja bagi para penerima manfaat.


Selain fokus pada pemutihan ijazah, Pemprov DKI juga terus mendorong peningkatan kualitas lulusan SMK melalui program penempatan kerja ke luar negeri. Sebanyak 561 alumni dijadwalkan berangkat ke sejumlah negara seperti Jepang, Malaysia, dan Jerman, membawa semangat “SMK Naik Kelas, Alumni Mendunia”.


Di sisi lain, kepedulian terhadap daerah terdampak bencana juga menjadi perhatian. Melalui program Distrik Peduli, Pemprov DKI menyalurkan bantuan pendidikan senilai Rp2,28 miliar untuk puluhan sekolah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.


Tak hanya itu, dukungan terhadap pendidikan tinggi turut diperkuat lewat pencairan bantuan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) tahap pertama tahun 2026. Sebanyak 15.825 mahasiswa menerima bantuan dengan total nilai mencapai Rp142,4 miliar, sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi.


Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, turut mengingatkan para alumni yang akan bekerja di luar negeri agar menjaga nama baik daerah dan bangsa, serta menjunjung tinggi integritas dan etos kerja.


Program-program ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemprov DKI Jakarta dalam memastikan pendidikan tetap inklusif sekaligus meningkatkan daya saing generasi muda di tingkat global.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit