Inter Balas Hinaan dengan Scudetto ke-21, Milan Berubah Jadi Lautan Biru
ITALIA — Inter Milan menjawab semua keraguan dan hinaan rival dengan cara paling elegan: meraih gelar juara Serie A musim ini. Kemenangan 2-0 atas Parma di Stadion Giuseppe Meazza memastikan Nerazzurri mengunci scudetto ke-21 mereka.
Hasil tersebut membuat Inter tak lagi terkejar oleh Napoli dengan tiga laga tersisa. Lebih dari sekadar gelar, keberhasilan ini menjadi jawaban telak atas kegagalan musim lalu, ketika Inter terpuruk di final Liga Champions UEFA dan gagal bersaing di kompetisi domestik.
Euforia langsung meledak di Piazza del Duomo. Ribuan Interista memadati pusat kota Milan, menyalakan flare dan kembang api, mengubah malam menjadi lautan biru kebanggaan. Tangis haru pecah, menjadi simbol pelampiasan setelah semusim penuh cemoohan dari para rival.
Scudetto ini terasa semakin spesial. Untuk pertama kalinya sejak 1989, Inter memastikan gelar juara secara matematis di kandang sendiri—momen langka yang mempertegas dominasi mereka musim ini.
Di bawah arahan Cristian Chivu, Inter tampil luar biasa. Chivu menjadi pelatih kelima yang langsung meraih scudetto di musim debutnya bersama klub, mengikuti jejak legenda seperti José Mourinho.
Performa impresif juga tercermin dari deretan statistik. Inter telah mengoleksi lebih dari 80 poin, mencatat sedikitnya 26 kemenangan, dan membukukan 82 gol di Serie A musim ini. Secara keseluruhan, Lautaro Martínez dan rekan-rekannya telah mengemas 115 gol di semua kompetisi musim 2025/2026—sebuah catatan yang menegaskan ketajaman lini serang mereka.
Lebih dari sekadar trofi, scudetto ini adalah pernyataan: Inter Milan telah bangkit, dan kini kembali berdiri sebagai penguasa Italia.
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 19 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 13 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu






