Pemkot Genjot Penerapan Gedung Ramah Lingkungan
SERPONG-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus mendorong penerapan bangunan ramah lingkungan sebagai langkah menekan emisi karbon dan meningkatkan efisiensi penggunaan energi serta air.
Upaya itu diperkuat melalui kegiatan Diseminasi Panduan Teknis Konservasi Energi dan Air pada Bangunan bagi pemangku kepentingan dan masyarakat yang digelar di kawasan Serpong, Selasa (12/5).
Asisten Daerah (Asda) II Kota Tangsel, Heru Agus Santoso mengatakan, penyusunan panduan teknis tersebut merupakan langkah konkret dalam mendukung pembangunan kota yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
“Konservasi energi dan air bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan dan tanggung jawab bersama,” ujar Heru.
Sekretaris Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Tangsel, Ihtiyan Hermansyah menegaskan, sektor bangunan gedung memiliki kontribusi besar terhadap konsumsi energi dan emisi karbon nasional.
Ia menyebut, berdasarkan Handbook of Energy and Economic Statistics of Indonesia 2023 yang diterbitkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sekitar 60 persen konsumsi energi listrik nasional berasal dari sektor bangunan gedung.
“Selain itu, sektor bangunan juga berkontribusi sekitar 36 persen terhadap total emisi karbon di Indonesia. Ini menunjukkan sektor bangunan memiliki peran sangat strategis dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca,” jelas pria akrab disapa Herman ini.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat penerapan konservasi energi pada bangunan gedung menjadi salah satu strategi paling efektif dalam mendukung target penurunan emisi nasional.
“Indonesia memiliki target penurunan emisi sebesar 31,89 persen secara mandiri dan hingga 43,20 persen dengan dukungan internasional pada tahun 2030. Selain itu juga ada target menuju Net Zero Emission tahun 2060 atau lebih cepat,” katanya.
Ia menjelaskan, intervensi pada sektor bangunan menjadi langkah penting karena dampaknya dinilai cepat dan signifikan terhadap pengurangan emisi karbon.
“Dengan besarnya kontribusi sektor bangunan terhadap konsumsi energi dan emisi, maka intervensi di sektor ini menjadi salah satu strategi paling efektif untuk mendukung pencapaian target nasional,” ungkapnya.
Karena itu, Pemkot Tangsel bersama Kementerian ESDM dan Global Buildings Performance Network (GBPN) menyusun Pedoman Teknis Konservasi Energi dan Air pada Bangunan Gedung yang disesuaikan dengan karakteristik Kota Tangsel.
“Pedoman ini disusun bersama OPD terkait, universitas, tenaga ahli, pengembang, pengelola bangunan gedung, hingga asosiasi agar implementasinya sesuai dengan konteks Kota Tangerang Selatan,” terang Herman.
Ia berharap, pedoman tersebut dapat menjadi acuan praktis dalam penerapan bangunan hijau sekaligus mendukung penyusunan kebijakan daerah terkait efisiensi energi dan konservasi air.
“Melalui kegiatan ini kami ingin membangun kesepahaman bersama agar implementasi konservasi energi dan air benar-benar berjalan di lapangan, bukan hanya sebatas dokumen,” tandasnya.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 60 peserta yang berasal dari unsur OPD, Kementerian ESDM, pengembang, pengelola bangunan gedung, asosiasi, akademisi hingga tenaga ahli.
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Selebritis | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 15 jam yang lalu





