TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

MAN IC Serpong Raih Status "IB World School" Madrasah Berstandar Dunia

Reporter: Irawan
Editor: Redaksi
Jumat, 22 Mei 2026 | 13:29 WIB
Menteri Agama  Nasaruddin Umar saat menyerahkan plakat IB World School kepada MAN IC Serpong. Foto : Irawan
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menyerahkan plakat IB World School kepada MAN IC Serpong. Foto : Irawan

SERPONG — Dunia pendidikan nasional mencatat sejarah baru. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong resmi mendapat pengakuan internasional untuk menyelenggarakan International Baccalaureate Diploma Programme (IBDP). Capaian ini menjadikan MAN IC Serpong sebagai madrasah negeri pertama di Indonesia yang masuk dalam jaringan global IB World School.


Peresmian momentum bersejarah tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, serta Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan Dirgayuza Setiawan di kampus MAN IC Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (22/5/2026).


Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan, keberhasilan ini mematahkan stigma lama bahwa pendidikan bertaraf global bersifat eksklusif dan hanya bisa diakses oleh kelompok tertentu melalui sekolah swasta berbiaya mahal.


"Ini membuktikan bahwa pendidikan bertaraf global bukan hanya milik sekolah elite berbiaya mahal. Madrasah negeri Indonesia juga mampu berdiri sejajar dengan sekolah-sekolah terbaik dunia," ujar Nasaruddin.


Sistem pendidikan International Baccalaureate (IB) selama ini dikenal memiliki standar ketat yang diadopsi oleh sekitar 3.900 sekolah menengah atas di seluruh dunia untuk mempersiapkan siswa menuju universitas top global. Di Indonesia, baru ada sekitar 55 sekolah yang mengimplementasikan kurikulum ini, dan kini MAN IC Serpong menjadi pionir dari unsur madrasah negeri.


Selain memotong dikotomi kualitas, pencapaian ini tergolong progresif dari sisi waktu. Umumnya, sebuah institusi membutuhkan waktu 3 hingga 5 tahun untuk lolos verifikasi ketat IB yang meliputi standardisasi akademik, kualitas pengajar, hingga tata kelola. Namun, MAN IC Serpong berhasil menuntaskan proses tersebut dalam kuraktu satu tahun, terhitung sejak Mei 2025 hingga Mei 2026.


Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, Nyayu Khodijah, menjelaskan bahwa akselerasi ini merupakan buah sinergi strategis antara Kementerian Agama dan Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) sebagai mitra pendamping transformasi. Sinergi tersebut mencakup penyelarasan kurikulum, penguatan budaya riset, hingga pelatihan intensif bagi tenaga pendidik.


Seluruh pengajar program IB di MAN IC Serpong merupakan 100 persen guru domestik yang telah mengantongi sertifikasi resmi dari IB, tanpa melibatkan tenaga pengajar asing. Penguatan kompetensi para guru dijalankan melalui institusi Akademi Guru Kader Bangsa (AGKB).


Di era disrupsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), adopsi kurikulum IB dinilai relevan dengan kebutuhan zaman. Kurikulum ini menekankan pada kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah nyata (problem solving), kolaborasi lintas budaya, dan analisis mendalam—kompetensi yang tidak dapat digantikan sekadar oleh kecepatan mesin pencari informasi.

 

Secara historis, MAN Insan Cendekia didirikan atas gagasan Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie, yang memimpikan institusi pendidikan dengan keunggulan sains dan teknologi tanpa menanggalkan fondasi keimanan dan ketakwaan.


Kementerian Agama menyatakan, model transformasi yang diterapkan di MAN IC Serpong ini tidak akan berhenti sebagai pencapaian tunggal, melainkan bakal diproyeksikan sebagai cetak biru (blueprint) yang siap direplikasi ke berbagai madrasah negeri lainnya di seluruh Indonesia. Langkah ini sejalan dengan visi taktis pemerintah untuk mencetak generasi unggul yang kompetitif di panggung global namun tetap berbasis pada penguatan karakter nasional.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit