TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Revitalisasi 3.084 Sekolah di Sumatra Dipercepat

Reporter & Editor : AY
Selasa, 26 Mei 2026 | 08:46 WIB
Mendagri Tito Karnavian saat konferensi pers. Foto : Ist
Mendagri Tito Karnavian saat konferensi pers. Foto : Ist

JAKARTA — Pemerintah mempercepat pemulihan sektor pendidikan pascabencana di wilayah Sumatra melalui program revitalisasi dan rehabilitasi sekolah terdampak. Hingga 12 Mei 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyalurkan bantuan untuk 3.084 sekolah.


Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan percepatan revitalisasi sekolah merupakan bentuk perhatian serius pemerintah bersama DPR RI terhadap penanganan dampak bencana di Sumatra.


“Rapat koordinasi ini menunjukkan perhatian besar dari Presiden, pemerintah, dan DPR RI terhadap bencana yang terjadi di Sumatra,” ujar Qodari usai Rapat Koordinasi Penanganan Pascabencana Sumatra di DPR RI, Jakarta, Senin (25/5).


Sementara itu, Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian, mengungkapkan total sekolah terdampak bencana di Sumatra mencapai 4.992 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.084 sekolah telah mendapatkan bantuan revitalisasi dan rehabilitasi dari Kemendikdasmen.


Menurut Tito, lebih dari 1.000 sekolah lainnya bukan diabaikan, melainkan masih dalam tahap perencanaan pembangunan lanjutan.


“Sekolah yang belum direhabilitasi saat ini sedang dipersiapkan untuk tahap pembangunan berikutnya melalui kerja sama lanjutan dengan Kemendikdasmen,” jelasnya.


Pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran besar untuk mendukung pemulihan pendidikan di wilayah terdampak. Hingga kini, sekitar Rp2 triliun telah dicairkan, dengan tambahan anggaran sekitar Rp1,8 hingga Rp1,9 triliun yang akan disiapkan.


Selain sekolah, sejumlah infrastruktur lain seperti jembatan masih dalam proses pemulihan. Meski begitu, kegiatan belajar mengajar di sebagian besar daerah terdampak tetap berjalan.


Beberapa sekolah masih menggunakan fasilitas sementara, terutama di kawasan rawan bencana yang direncanakan untuk direlokasi. Ada pula sekolah yang menumpang di gedung sekolah lain maupun menggunakan ruang kelas darurat hingga proses pembangunan selesai.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit