Ropang Rizky Jadi Andalan Nongkrong Malam Warga BSD, Menu “Internet” hingga Roti Coklat Keju Paling Diburu
BSD – Suasana malam di kawasan Griya Loka Sektor 1.2, BSD, terasa semakin hidup dengan kehadiran Ropang Rizky, warung makan sederhana yang menjadi tempat favorit warga untuk nongkrong sambil menikmati hidangan hangat.
Buka mulai pukul 16.00 hingga 01.00 dini hari, Ropang Rizky menawarkan beragam menu yang akrab di lidah masyarakat, mulai dari olahan Indomie, roti panggang, pisang bakar, hingga aneka minuman hangat dan dingin dengan harga terjangkau.
Salah satu pegawai Ropang Rizky, Deri, mengungkapkan dirinya baru kembali bekerja di warung tersebut sekitar dua bulan terakhir setelah sempat berhenti saat pandemi COVID-19.
“Sekarang baru hampir dua bulan lagi kerja di sini. Dulu sempat berhenti waktu corona sekitar lima tahunan,” ujar Deri saat ditemui Tangselpos.id.
Menurutnya, Ropang Rizky sudah cukup lama berdiri dan dikenal sebagai salah satu pilihan kuliner malam warga sekitar, khususnya anak muda dan pekerja yang mencari tempat santai dengan menu sederhana namun mengenyangkan.
Menu andalan di tempat ini didominasi berbagai kreasi Indomie, seperti Indomie Telor, Indomie Double, Indomie Kornet, hingga menu unik bernama “Internet” yang berisi perpaduan Indomie, telur, kornet, dan keju. Harga yang ditawarkan pun ramah di kantong, mulai Rp8 ribu hingga Rp30 ribu.
Selain menu mie, roti panggang dan pisang bakar juga menjadi favorit pelanggan. Varian rasa yang tersedia cukup beragam, mulai dari coklat, srikaya, nanas, stroberi, hingga kombinasi coklat keju.
“Kalau roti panggang, yang paling sering dicari biasanya coklat keju,” kata Deri.
Sementara untuk menu Indomie, pelanggan disebut paling banyak memesan Indomie Double dan menu “Internet” yang menjadi ciri khas warung tersebut.
Keramaian biasanya mulai terlihat sejak pukul 20.00 malam hingga menjelang dini hari. Pengunjung datang silih berganti untuk makan malam, nongkrong bersama teman, maupun sekadar menikmati minuman hangat.
Untuk menjaga kualitas makanan, seluruh bahan baku dibeli langsung dari pasar dan toko sebelum diolah di lokasi. Deri mengatakan menu yang dijual menggunakan bahan sederhana tanpa racikan khusus.
“Biasanya belanja dulu bahan-bahan seperti sayur, pisang, dan lainnya. Kalau Indomie tinggal diproses dan dimasak di sini,” jelasnya.
Meski saat ini masih bekerja sebagai pegawai, Deri berharap pengalaman yang didapat bisa menjadi bekal untuk membuka usaha sendiri di masa mendatang.
“Harapannya nanti kalau sudah punya pengalaman dan modal, mudah-mudahan bisa buka usaha sendiri,” tutupnya.
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu






