Jangan Kurangi Subsidi-Bansos
SERPONG - Memburuknya ekonomi global tiga bulan terakhir, secara langsung telah menekan ekonomi negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Akibatnya, nilai tukar rupiah terus melemah dan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia merosot.
Meski fundamental ekonomi negeri ini cukup kuat, tapi bila ditekan terus-menerus oleh harga minyak yang tinggi dan kita tak menerapkan kebijakan fiskal dan moneter yang jitu, ekonomi kelas menengah dan kelas bawah bisa terpuruk.
Oleh karena itu, kita berharap, evaluasi kebijakan fiskal dan moneter segera dilakukan agar rupiah kembali menguat dan bursa saham kembali bergairah.
Kita juga berharap, ke depan ini kebijakan fiskal negeri ini lebih berorientasi pada penguatan ekonomi rakyat kelas bawah. Artinya, anggaran subsidi untuk menjaga orang-orang di lapisan bawah agar tetap bisa makan, bisa menyekolahkan anak dan bisa berobat ke puskesmas, sedikit pun tak dikurangi.
Pada saat tekanan terhadap ekonomi negeri ini meningkat, subsidi BBM, subsidi pupuk dan beasiswa untuk siswa dari keluarga tidak mampu justru mesti ditambah, bukan dikurangi.
Revisi alokasi anggaran mesti dilakukan. Porsi anggaran untuk menjaga ekonomi rakyat kecil dan rakyat miskin mesti dinaikkan 30 persen. Ini penting supaya jangkauan pemberian subsidi dan bansos bisa diperluas.
Kita berharap, semua orang bisa makan, 75 persen angkatan kerja baru bisa dapat pekerjaan, PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) massal bisa dicegah dan pembukaan proyek padat karya baru bisa diperbanyak dan dipercepat.
Para petinggi negeri ini, baik para Menko, menteri maupun pimpinan DPR mesti sepakat mengalihkan anggaran dari hal-hal yang tak terlalu mendesak ke program perbaikan taraf hidup rakyat kecil dan rakyat miskin.
Pada saat tekanan terhadap ekonomi negeri ini makin besar, makin keras dan makin berat, rakyat di lapisan bawah tak boleh ikut tertekan. Rakyat kecil tetap harus punya uang, meski pas-pasan. Bisa membeli sembako murah. Sedangkan untuk orang-orang di lapisan paling bawah yang sudah tidak punya uang lagi, pemerintah mesti memberikan bansos sembako dan bansos tunai.
Sekali lagi, kita berharap, pemerintah dan para petinggi negeri ini fokus menyelamatkan ekonomi rakyat kecil dari kemungkinan meningkatnya tekanan ekonomi global terhadap ekonomi nasional.
Kalau para petinggi negeri ini juga terus menjaga rupiah di level yang wajar dan rasional plus menjaga fiskal yang sehat dan pro rakyat kecil, kepercayaan terhadap mata uang Garuda dan bursa saham dipastikan meningkat lagi.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Opini | 23 jam yang lalu
Olahraga | 8 jam yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Lifestyle | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu


