Solusi Banjir Hingga Sampah Bersaing Di Lomba Inovasi TTG XIV
CIPUTAT-Kreativitas dan kemampuan inovasi generasi muda Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali mendapat panggung melalui Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) XIV yang digelar di Plaza Rakyat Puspemkot Tangsel, Ciputat, Rabu (3/6).
Beragam karya yang ditampilkan peserta dinilai semakin relevan dengan persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari penanganan banjir, pengelolaan sampah, ketahanan pangan hingga teknologi kesehatan.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan yang membuka kegiatan tersebut mengapresiasi perkembangan kualitas inovasi para peserta yang berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum.
Menurut Pilar, karya-karya yang ditampilkan tahun ini menunjukkan kemajuan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena tidak hanya mengedepankan kreativitas, tetapi juga menawarkan solusi nyata bagi berbagai persoalan di masyarakat.
“Produk-produk inovasi yang ditampilkan dari tahun ke tahun semakin menarik dan semakin tepat guna. Ada yang menjawab persoalan ketahanan pangan, lingkungan hidup, hingga kebutuhan masyarakat lainnya,” ujar Pilar.
Saat berkeliling meninjau stan peserta, Pilar menemukan berbagai inovasi yang dinilai potensial untuk terus dikembangkan. Salah satunya teknologi pengolahan limbah plastik menggunakan metode pyrolysis yang mampu menghasilkan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Selain itu, terdapat sistem pemantauan banjir yang terintegrasi dengan aplikasi digital sehingga masyarakat dapat menerima informasi dan peringatan dini secara langsung melalui telepon genggam.
“Ada juga ampas kopi yang diolah menjadi briket dan produk lain yang bernilai ekonomis. Kemudian teknologi hidroponik berbasis Internet of Things (IoT) yang bisa mengatur nutrisi dan kebutuhan air tanaman secara otomatis,” jelasnya.
Tak hanya itu, Pilar juga menyoroti inovasi berupa pot tanaman yang mampu menghasilkan energi listrik melalui proses elektrolit. Menurutnya, teknologi tersebut berpotensi diterapkan pada konsep bangunan hijau atau green building.
“Ini pemikiran yang luar biasa dari anak-anak kita. Saya berharap inovasi-inovasi ini terus disempurnakan dan bisa berkembang sampai tingkat provinsi maupun nasional. Dengan begitu, teknologi yang mereka ciptakan dapat dilirik berbagai pihak dan memiliki daya saing yang kuat,” katanya.
Pilar menambahkan, sejumlah perangkat daerah juga mulai menjalin komunikasi dengan para inovator untuk melihat kemungkinan penerapan teknologi tersebut dalam program-program pemerintah.
“BPBD misalnya sudah berdiskusi terkait teknologi penanganan banjir. Program-program pemerintah seperti bank sampah juga bisa memanfaatkan inovasi yang ada. Tinggal disempurnakan lagi,” ujarnya.
Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel, Bambang Noertjahjo menilai, inovasi yang ditampilkan para finalis menunjukkan perkembangan kreativitas yang semakin pesat. Berbagai temuan yang dipamerkan dinilai mampu menghadirkan solusi baru terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Saya mendapat informasi dari Pak Wakil bahwa para peserta telah menampilkan berbagai inovasi yang mungkin belum terpikirkan oleh kami. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan inovasi saat ini begitu pesat dan kreatif,” kata Bambang.
Ia berharap budaya inovasi terus tumbuh di lingkungan sekolah, perguruan tinggi maupun masyarakat melalui pembentukan ekosistem yang mendukung lahirnya inovator-inovator baru.
Menurut Bambang, inovasi yang dihasilkan tidak hanya harus kreatif, tetapi juga memiliki daya guna yang tinggi dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kota Tangsel.
“Kami berharap inovasi yang dihasilkan mampu menjawab berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapi Kota Tangerang Selatan. Ke depan kualitas inovasi juga harus semakin baik sehingga dapat menarik minat investor untuk bekerja sama dalam pembiayaan maupun produksi massal,” tuturnya.
Bambang optimistis, apabila terus dikembangkan dan mendapatkan dukungan yang tepat, inovasi-inovasi tersebut dapat tumbuh menjadi produk lokal bernilai ekonomi tinggi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara, Kepala Bappelitbangda Kota Tangsel, Fuad mengungkapkan, lomba tahun ini diawali dengan seleksi tahap pertama yang berlangsung pada April lalu. Dari 30 proposal yang masuk, sebanyak 25 peserta berhasil lolos dan berhak mengikuti tahap penilaian akhir.
“Peserta yang tampil hari ini berasal dari dua kategori, yaitu kategori umum dan mahasiswa serta kategori pelajar. Total ada 25 peserta yang lolos seleksi awal,” terangnya.
Fuad menilai karya-karya yang ditampilkan memiliki keterkaitan kuat dengan tantangan yang sedang dihadapi Kota Tangsel.
“Inovasi yang muncul menjawab problem-problem yang dihadapi Tangsel. Ada pendeteksi banjir, mesin pemilah sampah, pengolah plastik, hingga teknologi energi alternatif. Relevansinya dengan kondisi Tangsel sangat kuat,” katanya.
Ia menjelaskan, para peserta yang mengikuti tahap final merupakan hasil seleksi dari puluhan proposal yang masuk. Penilaian dilakukan secara objektif oleh dewan juri yang berasal dari unsur kementerian, perguruan tinggi, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Para pemenang kategori umum dan pelajar akan mewakili Tangsel pada Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna tingkat Provinsi Banten. Jika berhasil meraih prestasi, mereka berpeluang melaju ke tingkat nasional. “Juara pertama dari masing-masing kategori akan kami kirim mewakili Tangsel ke tingkat provinsi,” jelasnya.
Fuad mengakui, salah satu pekerjaan rumah yang masih harus diperkuat adalah menjembatani hasil inovasi dengan dunia industri maupun pengguna akhir agar tidak terjadi kesenjangan antara ide dan implementasi.
Pada kategori umum (masyarakat dan mahasiswa), juara pertama diraih Tauhid Ma'ruf dari Universitas Pamulang melalui inovasi DrainSentri Early Warning System dengan total nilai 220,00. Posisi kedua ditempati Eko dari Universitas Pamulang dengan inovasi Posydigi: Inovasi Transformasi Digital Layanan Posyandu dalam Monitoring Kesehatan Ibu dan Anak Berbasis Web untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan dengan nilai 217,40.
Sementara, juara ketiga diraih Ifan Hadi Basit dari Institut Teknologi Indonesia melalui inovasi Kompor Ramah Lingkungan dari Minyak Jelantah dengan nilai 210,40.
Untuk kategori pelajar, juara pertama diraih Salvina Woo Gyeul Al Khoriq dari SMAN 1 Kota Tangerang Selatan melalui inovasi SmartHub: Inovasi Perangkat Edukasi Koding Portabel untuk Mendukung Pembelajaran Digital yang Inklusif dan Efisien dengan total nilai 232,00.
Juara kedua diraih Farhani Talita Mumtaz dari SMAN 2 Kota Tangerang Selatan melalui inovasi ALINO (Sistem Hidroponik Portabel Ramah Lingkungan untuk Kehidupan Perkotaan Modern) dengan nilai 216,80. Adapun juara ketiga diraih Afif Alfarisi dari SMA Insan Rabbany BSD melalui inovasi BREATHE-D (Breath-Based Early Analysis Technology for Health Detection) dengan nilai 214,30.
Para pemenang memperoleh uang pembinaan sebesar Rp 10 juta untuk juara pertama, Rp 8 juta untuk juara kedua, dan Rp 6 juta untuk juara ketiga. Selain itu, para juara pertama dari masing-masing kategori akan menjadi wakil Kota Tangsel pada ajang TTG tingkat Provinsi Banten dengan harapan mampu melanjutkan prestasi hingga ke tingkat nasional.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
TangselCity | 17 jam yang lalu
Nasional | 19 jam yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu



