15 Ton Sampah Diangkut Dari Cibanten
SERANG - Ancaman bencana ekologis di kawasan Kelurahan Unyur perlahan teratasi melalui aksi gotong royong lintas instansi. Sinergi antara pemerintah daerah, relawan, dan anggota Pramuka sukses membersihkan belasan ton tumpukan limbah domestik yang menyumbat aliran Sungai Cibanten.
Proses evakuasi massal selama dua hari berturut-turut tersebut berujung pada pemindahan kotoran menuju Tempat Pembuangan Akhir Cilowong. “Karena berada di titik yang tidak bisa dilalui kendaraan berat, sampah harus diurai dan dipindahkan terlebih dahulu ke lokasi yang memungkinkan untuk dilakukan pengangkutan ke daratan,” ujar Lulu, Jumat (5/6).
Rintangan terberat tim gabungan di lapangan adalah rimbunan pohon tumbang yang melintang tepat di tengah jalur perairan. Batang raksasa tersebut bertindak layaknya jaring penahan yang mengunci laju timbunan plastik dan styrofoam dari arah hulu sungai.
Pengangkutan material sisa buangan ini menuntut pengerahan armada truk agar seluruh limbah disingkirkan tuntas dari lokasi. “Setiap kendaraan membawa kurang lebih tiga ton sampah menuju TPA Cilowong Serang,” katanya, Sabtu (6/6).
Meski mayoritas titik krusial telah dibersihkan, satu area di Kampung Pamindangan masih menjadi rintangan berat bagi petugas. Gundukan limbah padat di lokasi tersebut menumpuk hingga memblokir sungai sepanjang lima puluh meter dengan ketebalan puluhan sentimeter.
Menyikapi kebuntuan akses kendaraan berat, pasukan relawan terpaksa kembali melakukan manuver penguraian material secara manual. “Personel kami kesulitan mengevakuasi sampah di Kampung Pamindangan,” jelas Lulu.
Langkah darurat pembersihan perairan ini tidak semata berfokus pada evakuasi fisik, melainkan turut membawa misi kampanye edukasi lingkungan. Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan, memastikan pemerintah akan terus menyuarakan pentingnya pelestarian alam sekitar.
Akar krisis ekologi ini sejatinya berpusat pada rendahnya kesadaran kolektif warga dalam mengelola limbah rumah tangga keseharian. “Kita semua tahu dampaknya bukan hanya terhadap kesehatan lingkungan, tetapi juga dapat menyebabkan banjir yang merugikan masyarakat banyak, terutama saat intensitas hujan tinggi,” tegasnya.
Peringatan keras tersebut diiringi imbauan agar masyarakat proaktif melaporkan setiap temuan penyumbatan sungai kepada otoritas terdekat. Keterlibatan pengawasan dari aparatur kewilayahan dinilai sangat vital untuk memutus rantai kebiasaan buruk pembuangan sampah ilegal.
Dinas terkait menjamin bahwa setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara cepat demi mencegah kerusakan ekosistem yang lebih fatal. “Kami berharap masyarakat ikut menjaga sungai dan tidak lagi membuang sampah sembarangan,” pungkasnya.
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Olahraga | 18 jam yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 5 jam yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu


