91 SMP Swasta Pendamping Siap Tampung 5.000 Penerima Beasiswa
SERPONG-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menyiapkan bantuan biaya pendidikan bagi siswa yang tidak diterima di SMP Negeri pada tahun ajaran 2026/2027. Program tersebut ditujukan untuk membantu siswa melanjutkan pendidikan di sekolah swasta pendamping.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel, Deden Deni mengatakan, kuota bantuan pendidikan tahun ini diperkirakan akan menyasar sekitar 5.000 siswa. Menurutnya, jumlah penerima bantuan tersebut tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sama dengan tahun sebelumnya, sekitar 5.000-an siswa. Nominal masih Rp 1,8 juta per tahun per siswa,” ujar Deden.
Beasiswa tersebut diberikan sebagai upaya pemerintah untuk memastikan seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan meskipun tidak berhasil lolos dalam seleksi masuk SMP Negeri.
Deden menjelaskan, siswa yang tidak diterima di sekolah negeri nantinya akan diarahkan untuk mendaftar ke sekolah swasta pendamping yang telah ditunjuk oleh pemerintah.
Saat ini, terdapat 91 sekolah swasta pendamping yang tersebar di berbagai wilayah Kota Tangsel dan siap menampung calon peserta didik baru.
“Kita punya 91 sekolah pendamping. Bagi yang tidak diterima di negeri, diarahkan ke sekolah pendamping swasta dengan bantuan biaya pendidikan,” katanya.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap tidak ada siswa yang putus sekolah akibat keterbatasan biaya maupun minimnya daya tampung sekolah negeri.
Di sisi lain, Dindikbud juga telah menyiapkan daya tampung untuk Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di seluruh SMP Negeri yang ada di Tangsel.
Deden menyebutkan, total calon siswa yang akan diterima di 24 SMP Negeri mencapai 9.976 orang. Jumlah tersebut, kata dia, relatif sama dengan kapasitas penerimaan pada tahun ajaran sebelumnya karena tidak ada perubahan signifikan pada jumlah rombongan belajar (rombel).
“Kurang lebih tidak jauh berbeda dengan tahun kemarin. Di masing-masing sekolah rombelnya ada yang 42, sebagian ada yang di bawah 40, ada yang 37 atau 38. Jadi secara umum tidak ada yang jauh berbeda,” jelas Deden.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah menilai keberadaan sekolah swasta pendamping masih menjadi bagian penting dalam mendukung pemerataan akses pendidikan di Tangsel.
Selain membantu mengakomodasi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri, program bantuan pendidikan juga diharapkan dapat meringankan beban ekonomi orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Olahraga | 15 jam yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu


