Emas Dunia Turun, Pasar Tunggu Data Inflasi AS
JAKARTA – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Selasa (Rabu WIB) di tengah aksi jual yang terjadi di pasar keuangan global serta meningkatnya ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat (The Fed) masih berpeluang menaikkan suku bunga tahun ini.
Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu dan Kamis pekan ini.
Mengutip CNBC, harga emas spot turun 0,7 persen menjadi US$4.298,75 per ons, setelah sempat terkoreksi lebih dari 1 persen di awal perdagangan. Sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus melemah 0,9 persen ke level US$4.323,90 per ons.
Analis senior RJO Futures, Bob Haberkorn, menilai investor saat ini cenderung berhati-hati karena ketidakpastian pasar yang masih tinggi.
“Pelaku pasar sedang berada dalam mode risk-off sehingga turut menekan harga emas,” ujarnya.
Tekanan juga terlihat di pasar saham AS, dengan indeks Nasdaq turun 0,9 persen dan S&P 500 melemah 0,4 persen.
Perhatian investor kini tertuju pada data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk Mei yang dirilis Rabu serta Indeks Harga Produsen (PPI) pada Kamis. Kedua data tersebut dinilai menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Fed.
Dalam risetnya, Commerzbank memperkirakan harga emas masih berpotensi turun jika inflasi AS kembali lebih tinggi dari ekspektasi pasar.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 70 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember mendatang.
Selain faktor ekonomi, sentimen geopolitik juga ikut memengaruhi pergerakan pasar. Meredanya tensi antara Iran dan Israel turut menekan harga minyak, yang berpotensi membantu menurunkan tekanan inflasi global.
Meski dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga umumnya membuat daya tarik emas berkurang karena tidak memberikan imbal hasil.
Logam mulia lain juga ikut melemah. Harga perak turun 3,2 persen menjadi US$65,98 per ons, platinum turun 1,1 persen ke US$1.736,08 per ons, dan paladium terkoreksi 2,5 persen menjadi US$1.234,93 per ons.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 4 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 16 jam yang lalu
Ekonomi Bisnis | 3 hari yang lalu


