TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Stabilkan Harga Sembako, Zulhas Minta Pemda Perbanyak Pasar Murah

Reporter & Editor : AY
Senin, 20 Juli 2026 | 08:51 WIB
Pasar murah diselenggarakn oleh Pemprov Jakarta. Foto : Ist
Pasar murah diselenggarakn oleh Pemprov Jakarta. Foto : Ist

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meminta pemerintah daerah (Pemda) memperbanyak penyelenggaraan pasar murah guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, terutama beras yang belakangan mengalami kenaikan di sejumlah daerah.


Menurut pria yang akrab disapa Zulhas itu, pasar murah menjadi langkah cepat dan efektif untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.


Imbauan tersebut disampaikan saat meninjau pelaksanaan pasar murah di Pondok Pesantren Nurul Islam, Desa Poncogati, serta Pendopo Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (18/7/2026).


"Atas arahan Bapak Presiden, harga sembako harus dijaga agar tidak naik. Karena itu kita menggelar pasar murah," ujar Zulhas dalam keterangannya yang dikutip, Minggu (19/7/2026).


Zulhas mengungkapkan, harga beras di sejumlah wilayah mulai merangkak naik hingga mencapai Rp16.000-Rp17.000 per kilogram. Kondisi tersebut, menurutnya, harus segera diantisipasi agar tidak semakin membebani masyarakat.


"Kasihan rakyat kalau harga beras terus naik. Mudah-mudahan pasar murah ini bisa membantu meringankan beban masyarakat," katanya.


Selain menjaga stabilitas harga pangan, Zulhas memastikan pemerintah juga terus memperkuat ekonomi kerakyatan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pembangunan ekonomi harus berpihak kepada masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan.


Ia menyebut sejumlah program strategis yang tengah dijalankan pemerintah, di antaranya pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penertiban tambang ilegal, serta pembenahan badan usaha milik negara (BUMN) agar dikelola secara profesional dan sesuai aturan.


"Semua itu dilakukan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat. Memang tidak mudah karena pasti ada perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini merasa nyaman," ujarnya.


Zulhas juga mengajak masyarakat mendukung sekaligus mendoakan seluruh program pemerintah agar berjalan lancar demi mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa.


Dalam kesempatan tersebut, ia turut berinteraksi dengan para santri melalui permainan tebak-tebakan berhadiah. Zulhas juga mengapresiasi keberadaan Langgar Seppo atau Langgar Tua di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Islam yang diperkirakan telah berusia sekitar 250 tahun.


Kunjungan itu turut didampingi Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid dan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam KH Abdul Mu'is As'ad.


Sementara itu, Dosen Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dinda Aslam Nurul Hida, menilai kenaikan harga pangan dipengaruhi berbagai faktor lintas sektor yang berbeda pada setiap komoditas.


Menurutnya, lonjakan harga di pasar tidak bisa serta-merta dikaitkan hanya dengan satu program pemerintah.
"Kita tidak bisa hanya melihat satu program sebagai penyebab tunggal. Tekanan inflasi pangan saat ini dipengaruhi oleh dinamika yang berbeda di setiap jenis komoditas," ujar Dinda.


Perbaikan utama meliputi alur yang lebih mengalir, diksi yang lebih formal dan enak dibaca, penghilangan pengulangan, serta koreksi tanggal kutipan menjadi Minggu (19/7/2026) agar konsisten dengan kronologi berita.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit