Pilar Dorong Penambahan Bus Sekolah Lewat Hibah Kemenhub
SERPONG UTARA – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus berupaya memperluas layanan bus sekolah gratis. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menjajaki peluang hibah armada bus sekolah dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, mengatakan dirinya bersama Dinas Perhubungan (Dishub) telah bertemu dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub untuk membahas kemungkinan penambahan armada bus sekolah bagi Kota Tangsel.
Menurut Pilar, pemerintah pusat saat ini memiliki program hibah bus sekolah yang akan disalurkan ke berbagai daerah. Armada yang disiapkan berupa kendaraan berukuran lebih kecil, seperti Hiace, sehingga dinilai cocok untuk melayani wilayah permukiman dengan akses jalan yang terbatas.
"Kami datang ke sana sebagai bentuk keseriusan bahwa program bus sekolah di Tangsel sudah berjalan dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat," ujar Pilar saat ditemui di kawasan Jelupang, Serpong Utara, Rabu (10/6).
Ia menjelaskan, layanan bus sekolah gratis yang telah berjalan di Tangsel mendapat respons positif dari masyarakat. Berdasarkan catatan Dishub, layanan tersebut mampu melayani sekitar 98.500 penumpang dalam setahun.
"Setiap hari satu bus bisa mengangkut lebih dari 50 penumpang. Artinya masyarakat sangat membutuhkan layanan ini," katanya.
Pilar menilai keberadaan bus sekolah tidak hanya membantu meringankan beban biaya transportasi keluarga pelajar, tetapi juga berkontribusi mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, menekan emisi kendaraan bermotor, serta mengurangi kepadatan lalu lintas.
"Kalau memang bermanfaat untuk masyarakat, tentu harus terus kita dorong, baik melalui APBD maupun APBN," ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Tangsel juga memaparkan kebutuhan armada bus sekolah yang masih cukup besar. Meski jumlah hibah yang akan diterima belum dapat dipastikan karena menjadi kewenangan pemerintah pusat, Tangsel berharap dapat menjadi salah satu daerah yang diprioritaskan.
Berdasarkan hasil pemetaan, saat ini Tangsel masih membutuhkan setidaknya 13 armada.
"Minimal 13 lagi lah, 13 bus. Itu minimal ya. Tapi makanya kita dengan APBD yang mudah-mudahan ada perbaikan ke depan ya. APBD kita terus membaik. Mudah-mudahan kita bisa mengalokasikan lebih," ungkapnya.
Kebutuhan tambahan armada ini, kata Pilar, masih cukup tinggi seiring meningkatnya kebutuhan layanan transportasi bagi pelajar di berbagai wilayah.
Pasalnya, bus sekolah gratis ini dapat dimanfaatkan secara inklusif. Manfaat bus sekolah ini juga sangat dirasakan oleh siswa berkebutuhan khusus (ABK). Saat ini Tangsel memiliki dua bus besar dan satu unit Hiace yang dikhususkan untuk melayani siswa Sekolah Khusus (SKH).
Keberadaan armada tersebut membantu para orang tua yang sebelumnya harus mengeluarkan biaya transportasi cukup besar setiap hari untuk mengantar anak ke sekolah.
"Semua layanan ini gratis. Orang tua tidak mengeluarkan biaya sama sekali, baik saat berangkat maupun pulang sekolah. Ini sangat membantu, terutama bagi keluarga anak berkebutuhan khusus yang memerlukan layanan khusus," tuturnya.
Ke depan, kebutuhan armada bus sekolah diperkirakan akan semakin meningkat, termasuk untuk mendukung berbagai program pendidikan yang berkembang di Kota Tangsel.
Karena itu, Pemkot Tangsel terus membuka berbagai peluang, termasuk melalui program hibah Kemenhub, agar layanan transportasi bagi pelajar dapat semakin luas dan optimal.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 10 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 21 jam yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 3 hari yang lalu


