6 Juta Tiket Ludes, Paus Leo XIV Ingatkan Piala Dunia 2026 Jadi Ajang Persaudaraan
AS - Piala Dunia 2026 disambut dengan antusiasme luar biasa oleh pecinta sepak bola di seluruh dunia. Hingga menjelang laga pembuka, lebih dari enam juta tiket dilaporkan telah terjual. Di tengah euforia tersebut, Paus Leo XIV menyampaikan pesan khusus agar turnamen terbesar dunia ini tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga ruang untuk mempererat kebersamaan antarbangsa.
Pesan itu disampaikan Paus melalui akun X pribadinya. Pemimpin Gereja Katolik tersebut menekankan bahwa Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko hingga pertengahan Juli mendatang harus menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan solidaritas global.
Menurut Paus Leo XIV, sepak bola bukan sekadar permainan, melainkan sarana untuk mengajarkan nilai-nilai penting dalam kehidupan seperti kerja sama, saling peduli, dan hidup berdampingan.
"Piala Dunia dimulai dan banyak orang akan menyaksikan pertandingan ini. Sepak bola mengingatkan kita pada sesuatu yang tidak boleh dilupakan: hidup bukanlah perlombaan untuk menonjol sendiri, melainkan perjalanan yang kita jalani bersama," tulis Paus, dikutip AFP.
Paus yang lahir di Amerika Serikat itu kemudian mencontohkan pentingnya kerja sama dalam sepak bola.
"Siapa pun yang tidak tahu cara mengoper bola, meskipun berbakat, belum memahami permainan ini. Dan siapa pun yang tidak tahu hidup bersama serta hidup untuk orang lain, belum memahami kehidupan," lanjutnya.
Pada edisi kali ini, Paus Leo XIV juga menyatakan dukungannya kepada Timnas Amerika Serikat yang tergabung di Grup D bersama Paraguay, Australia, dan Turki.
Piala Dunia 2026 berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli dan mencatat sejarah sebagai turnamen pertama yang digelar di tiga negara sekaligus: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Turnamen ini juga menjadi edisi perdana yang diikuti 48 negara peserta dari enam konfederasi—meningkat signifikan dibanding format sebelumnya yang hanya melibatkan 32 tim.
Presiden FIFA Gianni Infantino mengungkapkan tingginya animo publik terhadap turnamen tersebut. Hingga saat ini, lebih dari enam juta tiket telah terjual, sementara penjualan untuk fase gugur masih terus dibuka.
"Kami telah menjual lebih dari enam juta tiket. Permintaannya luar biasa dan mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Infantino.
Menariknya, lonjakan minat terjadi meski harga tiket mengalami kenaikan signifikan dibandingkan Piala Dunia 2022. Tiket final bahkan dilaporkan mencapai 10.000 dolar AS atau sekitar Rp180 juta.
Besarnya minat penonton diperkirakan memberi dampak ekonomi besar bagi kota-kota tuan rumah. Dallas diproyeksikan menjadi wilayah dengan perputaran ekonomi tertinggi, mencapai 1,8 miliar dolar AS karena menjadi lokasi sembilan pertandingan.
Analisis Bookies.com memperkirakan sekitar 180 ribu wisatawan akan datang selama turnamen berlangsung dan membelanjakan dana mereka untuk akomodasi, kuliner, transportasi, hingga hiburan. Industri perhotelan diprediksi tumbuh hingga 22 persen selama penyelenggaraan.
FIFA juga memperkirakan total dampak ekonomi Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat mencapai 17,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp309 triliun serta menciptakan lebih dari 290 ribu lapangan kerja.
Namun di balik tingginya antusiasme, turnamen ini juga diwarnai sorotan terkait kebijakan imigrasi Amerika Serikat. Sejumlah laporan menyebut sebagian suporter dan delegasi dari beberapa negara mengalami kendala masuk akibat pembatasan visa.
Meski menuai kritik, Presiden AS Donald Trump tetap optimistis Piala Dunia 2026 akan menjadi salah satu turnamen paling sukses dalam sejarah.
"Ini akan menjadi Piala Dunia terbaik yang pernah ada. Tiket terjual sangat cepat dan antusiasmenya luar biasa," ujar Trump.
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu


