TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Piala Dunia 2030: Maroko hingga Pantai Gading Siap Mengguncang, Era Baru Perebutan Takhta Dunia

Reporter & Editor : AY
Rabu, 22 Juli 2026 | 06:14 WIB
Timnas Maroko di Piala Dunia 2026. Foto : Ist
Timnas Maroko di Piala Dunia 2026. Foto : Ist

AS – Euforia Piala Dunia 2026 memang baru saja usai. Namun, perhatian pecinta sepak bola dunia kini mulai tertuju pada Piala Dunia 2030 yang diprediksi menghadirkan persaingan lebih sengit dengan kemunculan generasi baru penantang gelar juara.


Edisi 2030 akan menjadi penyelenggaraan yang bersejarah. Spanyol, Portugal, dan Maroko ditetapkan sebagai tuan rumah utama, sementara Uruguay, Argentina, dan Paraguay akan menggelar pertandingan pembuka sebagai bagian dari perayaan 100 tahun Piala Dunia.


Berstatus juara bertahan, Spanyol diperkirakan tetap menjadi kandidat terdepan. La Roja tampil impresif sepanjang Piala Dunia 2026 dengan mengandalkan skuad muda yang matang dan permainan kolektif yang solid. Dalam empat tahun ke depan, kekuatan mereka diyakini akan semakin berkembang. Pelatih Luis de la Fuente bahkan menegaskan timnya masih memiliki ruang besar untuk terus meningkat.


Keuntungan sebagai tuan rumah juga membuat Maroko pantas masuk jajaran unggulan. Singa Atlas memiliki salah satu skuad termuda di Piala Dunia 2026 dan terus menuai hasil dari pembinaan pemain muda yang konsisten. Dukungan publik sendiri diprediksi menjadi modal besar untuk melangkah jauh.


Sementara itu, Portugal bersiap memasuki era baru. Cristiano Ronaldo telah memastikan tidak akan mengejar penampilan ketujuh di Piala Dunia. Meski begitu, Selecao masih memiliki fondasi kuat lewat pemain-pemain berpengalaman seperti Bruno Fernandes dan Ruben Dias yang dipadukan dengan gelombang talenta muda yang siap mengambil tongkat estafet.


Dari Afrika, Pantai Gading menjadi salah satu tim yang paling menarik perhatian. Di bawah arahan Emerse Fae, Les Éléphants memiliki rata-rata usia termuda di Piala Dunia 2026. Nama-nama seperti Yan Diomande dan Amad Diallo diprediksi berkembang menjadi bintang dunia dan membawa negaranya menjadi kekuatan baru di panggung internasional.


Kebangkitan sepak bola Afrika juga diperkirakan berlanjut. Selain Pantai Gading, Ghana, Tunisia, dan Afrika Selatan menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Penampilan tim-tim Afrika di Piala Dunia 2026 membuktikan kualitas mereka semakin kompetitif. Bahkan, Cabo Verde sukses menahan imbang Spanyol tanpa gol pada fase grup dan memaksa Argentina berjuang hingga babak perpanjangan waktu di fase gugur.


Dari kawasan Amerika, Ekuador dan Amerika Serikat juga diprediksi menjadi kuda hitam berkat regenerasi pemain yang berjalan baik. Di sisi lain, Inggris dan Prancis diyakini tetap menjadi langganan kandidat juara karena memiliki kedalaman skuad yang luar biasa.


Menjelang Piala Dunia 2030, sejumlah pertanyaan besar pun mulai bermunculan. Mampukah Norwegia mempertahankan tren positifnya di level elite? Akankah Italia kembali tampil di putaran final setelah sempat terseok? Bisakah Jürgen Klopp mengembalikan kejayaan Jerman? Atau justru Belanda maupun Swiss yang akhirnya mampu mengubah potensi besar menjadi prestasi nyata?


Seluruh jawabannya baru akan terungkap ketika Piala Dunia 2030 resmi bergulir. Yang pasti, persaingan menuju takhta sepak bola dunia dipastikan akan semakin terbuka dengan hadirnya generasi emas dari berbagai penjuru dunia.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit