TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Hadiri Festival Budaya Bubur Suro di Desa Bandung, Bupati Dewi Kagum dengan Antusias Warga

Oleh: Ari Supriadi
Editor: Ari Supriadi selected
Kamis, 25 Juni 2026 | 15:36 WIB
Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani ikut memasak bubur dalam rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kamis (25/6/2026).(Istimewa)
Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani ikut memasak bubur dalam rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kamis (25/6/2026).(Istimewa)

‎PANDEGLANG - Festival Budaya Bubur Suro di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, selain menjadi momen peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram dan juga menjadi wadah pelestarian budaya, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM lokal.

 

Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani saat membuka Festival Budaya Bubur Suro 10 Muharram 1448 Hijriah yang digelar di sepanjang Jalan Desa Bandung, Kamis (25/6/2026) mengaku, bangga dan terkesan melihat semangat kebersamaan masyarakat Desa Bandung dalam menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

‎”Alhamdulillah, saya dapat hadir dan berkumpul bersama masyarakat dalam peringatan Tahun Baru Islam melalui tradisi Gelar Bubur Suro. Ini merupakan pengalaman pertama saya menghadiri kegiatan ini dan saya sangat terpesona melihat antusiasme serta kekompakan masyarakat Desa Bandung,” ujar Dewi melalui siaran pers yang diterima tangselpos.id.

‎Menurutnya, Desa Bandung memiliki banyak potensi yang patut menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Pandeglang. Selain mampu menjaga warisan budaya, masyarakat juga berhasil menggerakkan perekonomian melalui berbagai produk UMKM yang ditampilkan selama festival berlangsung. ”Saya melihat langsung bagaimana masyarakat bergerak bersama. Produk UMKM, kerajinan tangan, hingga kuliner khas yang ditampilkan sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa budaya dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat,” katanya.

‎Bupati juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Bandung, para tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.

‎Menurutnya, tradisi Bubur Suro bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan memiliki makna mendalam sebagai simbol rasa syukur, persaudaraan, kebersamaan, dan kepedulian sosial. ‎”Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi sarana untuk berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik, memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan semangat gotong royong dalam membangun daerah yang kita cintai,” ungkapnya.

‎Dewi berharap tradisi yang sarat nilai budaya dan religius ini terus dilestarikan agar generasi muda tetap mengenal dan mencintai warisan leluhur. ‎”Semoga semangat Muharram melalui tradisi Bubur Suro ini semakin memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat, sekaligus menjadi kekuatan dalam mewujudkan Kabupaten Pandeglang yang maju dan sejahtera,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Bandung, Wahyu Kusnadiharja mengatakan, Festival Budaya Bubur Suro telah menjadi agenda tahunan dan masuk dalam kalender kegiatan desa wisata yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Bandung. ‎Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan peringatan Tahun Baru Islam telah dimulai sejak 1 Muharam dengan pawai obor yang diikuti sekitar 1.230 peserta. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan bernuansa Islami seperti marhaban, qasidah, pildacil, dan sejumlah perlombaan lainnya.

‎”Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para sponsor dan mitra yang telah mendukung terselenggaranya acara ini, di antaranya Bank BJB, JNE Pandeglang, Universitas Multimedia Nusantara, serta beberapa perguruan tinggi lainnya,” ujarnya.

‎Wahyu juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Pandeglang yang telah hadir secara langsung di tengah masyarakat Desa Bandung. ”Kehadiran Ibu Bupati menjadi kebanggaan dan penyemangat bagi masyarakat Desa Bandung untuk terus menjaga budaya, memperkuat kebersamaan, dan mengembangkan potensi desa,” katanya.

‎Pada kesempatan tersebut, Bupati Pandeglang turut menyerahkan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Budaya Bubur Suro 1448 Hijriah. ‎Festival ditutup dengan tradisi makan Bubur Suro bersama sebagai simbol rasa syukur, persaudaraan, dan kebersamaan yang terus terjaga di tengah masyarakat Desa Bandung.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit