Warkop Baba Hadir di Ciater, Tempat Nongkrong 24 Jam dengan Rasa Restoran Harga Merakyat
SERPONG – Pilihan tempat kuliner dan berkumpul di Kota Tangerang Selatan kembali bertambah. Warkop Baba (Bahagia Bareng) resmi hadir di Jalan Ciater Raya, tepat setelah Kantor Kelurahan Rawa Mekar Jaya, dengan menawarkan konsep tempat nongkrong yang buka selama 24 jam, menu bercita rasa restoran, namun tetap dibanderol dengan harga yang ramah di kantong.
Mengusung tagline "Teman Santap Paling Mantap", Warkop Baba mulai beroperasi sejak 8 Juni lalu. Tempat ini dirancang sebagai ruang berkumpul bagi semua kalangan, baik keluarga, pekerja, maupun anak muda yang ingin menikmati suasana santai kapan saja.
Salah satu pemilik Warkop Baba, Dhika, mengatakan nama Baba merupakan singkatan dari Bahagia Bareng. Filosofi tersebut menjadi semangat yang ingin dihadirkan kepada setiap pengunjung.
"Baba itu singkatan dari Bahagia Bareng. Jadi harapannya orang yang datang ke sini bisa berkumpul bersama, saling berbagi cerita, dan menularkan kebahagiaan. Karena itu kami buka 24 jam, pagi, siang, sore hingga malam," ujarnya, Senin (29/6).
Menurutnya, suasana yang dihadirkan sengaja dibuat santai agar seluruh kalangan merasa nyaman. Pada pagi hingga sore hari, mayoritas pengunjung merupakan keluarga, sedangkan pada malam hingga dini hari lebih banyak didominasi anak muda yang ingin bersantai.
Meski mengusung nama warkop, Dhika menegaskan sajian yang ditawarkan tidak sekadar kopi dan makanan ringan. Beragam menu khas Nusantara dengan racikan khusus menjadi andalan Warkop Baba.
"Kami sengaja menggunakan nama warkop supaya semua segmen merasa nyaman datang ke sini. Kalau restoran, kadang anak muda merasa sungkan. Di sini konsepnya tetap santai, tetapi kualitas makanan kami setara restoran, sementara harganya tetap harga warkop," katanya.
Menu yang tersedia cukup beragam, mulai dari Nasi Goreng Baba, Nasi Goreng Kecombrang, sop, gulai, sapi asap, ayam asap hingga lidah asap. Bahkan menu sederhana seperti mi instan pun disajikan dengan racikan khas Warkop Baba.
Tak hanya makanan, pilihan minumannya pun lengkap. Pengunjung dapat menikmati berbagai jenis kopi, mulai dari kopi tubruk, kopi tubruk susu, hingga kopi tanpa ampas seperti americano dan cappuccino.
Beberapa minuman favorit yang banyak diminati di antaranya Es Susu Tape Ketan seharga Rp23 ribu dan Es Timun Serut Rp18 ribu. Sementara aneka gorengan dijual mulai Rp3 ribu, sedangkan menu makanan dibanderol mulai belasan ribu hingga Rp35 ribu.
Dhika mengungkapkan, dalam waktu dekat Warkop Baba juga akan menambah sejumlah menu baru, seperti bubur untuk menu sarapan dan olahan bebek yang dijadwalkan hadir mulai Juli.
"Alhamdulillah, sebenarnya masih ada beberapa menu utama yang belum kami keluarkan. Insya Allah mulai Juli nanti ada bubur untuk sarapan dan menu bebek," ungkapnya.
Selain menu yang beragam, Warkop Baba juga menawarkan suasana yang nyaman. Tersedia area makan ber-AC maupun non-AC dengan kapasitas mencapai 70 hingga 100 pengunjung, sehingga cocok dijadikan lokasi berkumpul bersama keluarga, teman, maupun rekan kerja.
Keunikan lainnya terlihat dari konsep bangunannya yang didominasi material kayu. Dhika mengaku desain tersebut terinspirasi dari rumah khas Betawi, yakni Blandongan.
"Konsepnya memang terinspirasi dari Blandongan. Kayu-kayu yang kami gunakan berasal dari rumah-rumah tua di Cirebon dan beberapa bangunan lama lainnya. Kami ingin menghadirkan suasana yang hangat, estetik, dan membuat pengunjung betah berlama-lama di sini," tutupnya.
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Pendidikan | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu




