TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Golkar Dorong NU Fokus Pada Politik Kebangsaan, Bukan Politik Praktis

Reporter & Editor : AY
Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:05 WIB
Sekjen GolkarPartai Golkar Muhammad Sarmuji. Foto : Ist
Sekjen GolkarPartai Golkar Muhammad Sarmuji. Foto : Ist

JAKARTA - Partai Golkar mengajak Nahdlatul Ulama (NU) untuk memperkuat peran sebagai penjaga nilai-nilai kebangsaan dengan mengurangi keterlibatan dalam politik praktis. Menurut Golkar, posisi NU sebagai kekuatan moral akan lebih strategis dalam mengawal demokrasi dan kehidupan berbangsa.


Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menilai NU selama ini memiliki kedekatan yang cukup kuat dengan dinamika politik. Namun, ia berharap organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu lebih berfokus pada politik kebangsaan dibanding terlibat dalam persaingan politik elektoral.


Sarmuji menjelaskan, politik praktis identik dengan perebutan kekuasaan melalui pemilu, sedangkan politik kebangsaan berorientasi pada menjaga kualitas demokrasi, mengawal jalannya pemerintahan, serta memastikan proses politik berlangsung jujur, adil, dan sesuai dengan aspirasi rakyat.


Menurutnya, NU akan semakin dihormati apabila menempatkan diri sebagai kekuatan masyarakat sipil (civil society) yang mampu memberikan masukan dan kritik konstruktif kepada pemerintah. Tradisi dialog yang santun dan penuh kebijaksanaan yang selama ini menjadi ciri khas NU dinilai menjadi modal penting dalam menjalankan peran tersebut.


Sarmuji juga menegaskan organisasi kemasyarakatan tidak perlu terlalu larut dalam menentukan siapa yang menang dalam pemilu maupun pemilihan presiden. Sebaliknya, NU diharapkan tetap menjadi penyeimbang kekuasaan sekaligus penjaga nilai-nilai demokrasi dan kebangsaan.


Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, memastikan Presiden Prabowo Subianto tidak akan ikut campur dalam proses pemilihan kepemimpinan pada Muktamar ke-35 NU. Menurutnya, Presiden menghormati sepenuhnya kemandirian organisasi tersebut.


Gus Irfan juga mengingatkan agar Muktamar NU tidak berubah menjadi ajang persaingan layaknya kongres partai politik. Ia berharap seluruh proses berlangsung dalam suasana sejuk, penuh keikhlasan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai yang diwariskan para ulama pendiri NU.


Ia berharap Muktamar ke-35 NU menjadi momentum memperkuat persatuan, kemandirian, dan pengabdian organisasi kepada umat. Sesuai keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit