TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Atasi Kemacetan, 3 Perlintasan Sebidang Di Tangsel Butuh Flyover

Reporter: Idral Mahdi
Editor: Redaksi
Senin, 06 Juli 2026 | 07:15 WIB
Anggota Komisi V DPR RI, dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ahmad Fauzi
Anggota Komisi V DPR RI, dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ahmad Fauzi

SERPONG-Guna atasi kemacetan parah di perlintasan sebidang di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dibutuhkan flyover atau underpass di jalur yang dilewati rel kereta api tersebut. Di Tangsel terdapat tiga lokasi perlintasan sebidang yakni, di Serpong, Jombang, dan Pondok Ranji. 

 

 Anggota Komisi V DPR RI,  Ahmad Fauzi mengusulkan empat lokasi prioritas pembangunan flyover atau underpass untuk menghilangkan perlintasan sebidang di Provinsi Banten. Usulan tersebut disampaikan menyusul rencana pemerintah merealisasikan empat paket penanganan perlintasan sebidang di Banten pada 2027.

 

 Sebagai mitra kerja Kementerian Perhubungan, Ahmad Fauzi menilai, penentuan lokasi pembangunan harus mempertimbangkan tingkat kemacetan sekaligus aspek keselamatan masyarakat yang setiap hari melintasi jalur kereta api.

 

 Menurutnya, pembangunan flyover maupun underpass perlu difokuskan pada kawasan yang selama ini menjadi titik kemacetan parah dan memiliki risiko kecelakaan tinggi akibat masih adanya pengendara yang menerobos palang pintu kereta api.

 

 “Saya mengusulkan agar empat paket pembangunan flyover atau underpass tersebut diprioritaskan pada lokasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Selain mengurai kemacetan, pembangunan ini juga penting untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya, Sabtu (4/7).

 

 Empat lokasi yang diusulkan meliputi kawasan Pasar Rangkasbitung di Kabupaten Lebak, Pasar Serpong di Kecamatan Serpong, Kota Tangsel, Pasar Jombang di Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel, serta perlintasan Pondok Ranji di Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangsel.

 

 Keempat titik tersebut dinilai memiliki volume lalu lintas yang sangat tinggi karena berada di kawasan permukiman padat, pusat perdagangan, hingga jalur penghubung antardaerah yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan.

 

 Kondisi tersebut kerap menimbulkan antrean panjang setiap kali kereta api melintas. Penutupan palang pintu menyebabkan arus kendaraan tersendat dan mengganggu mobilitas masyarakat.

 

 Selain memicu kemacetan, Fauzi menilai, keberadaan perlintasan sebidang di lokasi-lokasi tersebut juga meningkatkan potensi kecelakaan. Pasalnya, masih ditemukan pengguna jalan yang nekat melintasi rel saat sinyal peringatan telah berbunyi dan palang pintu mulai ditutup.

 

 Ia berharap pemerintah dapat merealisasikan pembangunan empat flyover atau underpass tersebut pada 2027 sesuai dengan rencana yang telah disusun.

 

 Untuk mendukung percepatan pelaksanaan proyek, Fauzi menyatakan siap menjalin komunikasi dan koordinasi dengan kepala daerah di wilayah yang menjadi lokasi pembangunan, khususnya terkait penyelesaian proses pembebasan lahan.

 

 “Pembebasan lahan menjadi salah satu tahapan penting. Saya akan berkomunikasi dengan kepala daerah agar prosesnya dapat segera diselesaikan, sehingga pembangunan pada 2027 bisa berjalan sesuai rencana,” tegasnya.

 

 Politisi yang juga menjabat Ketua DPW PKB Banten ini menjelaskan, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi faktor penting agar proyek penanganan perlintasan sebidang dapat terlaksana tepat waktu tanpa kendala berarti.

 

 Ia berharap pembangunan flyover dan underpass di empat titik tersebut nantinya tidak hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong aktivitas ekonomi di kawasan-kawasan yang selama ini terdampak kepadatan lalu lintas akibat perlintasan kereta api sebidang.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit