Muhadjir: Penyelenggaraan Haji 2026 Catat Banyak Kemajuan
JAKARTA - Penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M mendapat apresiasi dari Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Muhadjir Effendy. Menurutnya, tahun pertama masa transisi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berhasil menghadirkan berbagai kemajuan sekaligus meletakkan fondasi transformasi tata kelola haji yang lebih baik.
Penilaian tersebut disampaikan Muhadjir saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M di Jakarta, Sabtu (4/7).
"Ini merupakan tahun pertama proses transisi. Kebijakan-kebijakan yang diambil sudah berada di jalur yang tepat," ujar Muhadjir dalam keterangan resmi Kemenhaj, Minggu (5/7).
Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu mengatakan, berbagai pembenahan selama masa transisi menjadi modal penting untuk membangun ekosistem penyelenggaraan haji yang lebih terintegrasi, profesional, dan berkelanjutan.
Menurutnya, penyelenggaraan haji ke depan tidak cukup hanya berfokus pada operasional tahunan, tetapi harus mampu menghadirkan sistem pelayanan yang terus berkembang sesuai kebutuhan jemaah.
Muhadjir juga mengapresiasi kepemimpinan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak yang dinilai berhasil mengawal proses transisi kelembagaan.
"Kolaborasi seluruh jajaran menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas layanan haji bagi masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Irfan Yusuf mengingatkan seluruh jajaran Kemenhaj agar tidak larut dalam euforia keberhasilan penyelenggaraan haji tahun ini. Menurutnya, fokus saat ini adalah melakukan evaluasi menyeluruh sebagai bekal meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji 2027.
"Apresiasi sudah selesai. Saatnya kita mulai menyiapkan pelayanan haji tahun 2027," katanya.
Ia menegaskan evaluasi harus dilakukan secara terbuka dan jujur, bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan setiap kekurangan segera diperbaiki.
Dua aspek yang menjadi perhatian utama adalah penguatan layanan kesehatan jemaah serta perbaikan pelayanan di Mina. Meski angka kematian jemaah berhasil ditekan sekitar 25 persen dibanding musim sebelumnya, penguatan aspek istithaah kesehatan tetap menjadi prioritas.
"Kesehatan menjadi perhatian khusus. Penguatan istithaah kesehatan harus menjadi prioritas," ujarnya.
Di sisi lain, Dahnil Anzar Simanjuntak menekankan pentingnya transformasi budaya kerja di lingkungan Kemenhaj. Menurutnya, perubahan kelembagaan harus diiringi peningkatan profesionalisme, integritas, serta semangat kolaborasi demi memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia.
"Mari kita mulai tradisi baru dan budaya kerja baru yang lebih baik," pungkasnya.
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Internasional | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu






