Relawan KSB Beri Edukasi Mitigasi Bencana Ke Pelajar
MPLS Di SMP Negeri 2 Pulosari
PANDEGLANG - Untuk memberikan pemahaman meminimalisir risiko terjadinya bencana alam sejak dini, pihak SMP Negeri 2 Pulosari tengah menggandeng relawan Kampung Siaga Bencana (KSB) Kabupaten Pandeglang, agar memberikan materi mitigasi bencana kepada para pelajar yang sedang menjalankan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SMP 2 Pulosari, Ani Andriani, mengungkapkan, SMP Negeri 2 Pulosari kerjasama dengan KSB Kecamatan Pulosari untuk memberikan edukasi kebencanaan di wilayah Kecamatan Pulosari khususnya, dan umumnya Kabupaten Pandeglang. Katanya, hal ini dilakukan agar siswa-siswi SMP Negeri 2 Pulosari mengenal soal kebencanaan.
”Sengaja kami lakukan kerjasama dan bermitra dengan relawan KSB yang ada di Kecamatan Pulosari. Ini untuk pengenalan kebencanaan di wilayah Pulosari, karena Pulosari ada di wilayah pegunungan yang diapit oleh dua gunung yaitu gunung Pulosari dan gunung Aseupan, yang disebut wilayah rawan bencana,” kata Ani Andriani, Selasa (14/7).
“Kami anggap sangat penting pengetahuan kepada anak-anak kaitan kebencanaan terutama melakukan mitigasi bencana, dan menyampaikan edukasi terkait kebencanaan yang bisa terjadi dimana saja, salah satunya di sekolah,” sambungnya.
Sementara, Ketua KSB Kecamatan Pulosari, Firdaus, mengatakan giat sosialisasi pengurangan risiko bencana di SMP Negeri 2 Pulosari, untuk memberikan wawasan dan pengetahuan kepada pelajar terkait pengurangan risiko bencana.
”Untuk narasumber kita datangkan Ketua Forum Komunikasi KSB Provinsi Banten, Beni Madsira. Beliau telah memberikan pengetahuan kaitan mitigasi bencana, serta peran siswa-siswi dalam pengurangan risiko bencana,” katanya.
Senada, Ketua Forum KSB Banten, Beni Madsira, mengatakan kegiatan edukasi yang diikuti oleh seluruh siswa peserta didik baru, bertujuan mengenalkan dan meningkatkan kepedulian pelajar tentang kebencanaan.
“Supaya siswa-siswi tahu bagaimana upaya pencegahan, dan tindakan awal yang harus dilakukan saat bencana terjadi, terutama jika bencana gempa bumi terjadi di sekolah,” katanya.
Dari kegiatan itu katanya, diharapkan anak-anak, pendidik dan staf mampu mengetahui macam-macam bencana yang dapat terjadi di sekitar, serta mengetahui cara mengevakuasi diri saat terjadi bencana.
“Terutama dalam pengurangan bencana dan mengurangi risiko akibat bencana, ini sangat perlu dilakukan oleh pihak sekolah, terutama pemerintah kabupaten Pandeglang. Saya apresiasi dengan KSB Kecamatan Pulosari yang sudah kerjasama dengan pihak sekolah. Semoga kegiatan terus dilakukan disemua sekolah,” pungkasnya.
Beni juga meminta kepada pihak Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pandeglang agar menjalin kerjasama dengan organisasi relawan kebencanaan. Terutama tegas dia, dengan KSB yang ada di kecamatan untuk memprogramkan kegiatan sosialisasi mitigasi bencana di sekolah, mulai tingkatan SD, SMP Negeri maupun swasta, juga SMA dan SMK.
”saya minta dinas pendidikan bisa kerjasama dengan kami relawan KSB untuk melakukan sosialisasi mitigasi kebencanaan, kami sering di undang oleh pihak sekolah menjadi narasumber di sekolah,” tandasnya.
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Opini | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu




