TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Hotman Paris Minta Maaf Usai Ucapannya ke Wartawan Tuai Kritik, Jelaskan Penyebab Emosinya

Reporter & Editor : AY
Senin, 20 Juli 2026 | 12:53 WIB
Pengacara Hotman Paris Hutapea. Foto : IG
Pengacara Hotman Paris Hutapea. Foto : IG

JAKARTA – Pengacara Hotman Paris Hutapea menyampaikan permintaan maaf kepada insan pers setelah ucapannya saat konferensi pers terkait kasus mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah menuai kritik dan dinilai merendahkan profesi wartawan.


Pernyataan tersebut disampaikan Hotman melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Senin (20/7/2026), sebagai respons atas sorotan dari organisasi wartawan, termasuk Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).


Sebelumnya, dalam konferensi pers di Kejaksaan Agung pada Jumat (17/7/2026), Hotman yang menjadi kuasa hukum Febrie Adriansyah sempat melontarkan kalimat, "Lu punya otak, enggak sih?" saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai kondisi psikologis kliennya setelah ditetapkan sebagai tersangka. Ia juga sempat berkata, "Tanya kakekmu, masa tanya gue," ketika ditanya soal dugaan adanya agenda tersembunyi di balik penetapan tersangka tersebut.


Ucapan tersebut memicu reaksi keras dari sejumlah organisasi pers yang menilai pernyataan Hotman tidak mencerminkan sikap profesional dan berpotensi merendahkan martabat jurnalis.


Dalam klarifikasinya, Hotman menegaskan tidak pernah berniat menghina profesi wartawan. Ia mengaku emosinya terpancing karena mendapat pertanyaan berulang mengenai hal yang menurutnya berada di luar kapasitasnya untuk dijawab.


"Saya menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya atas ucapan saya saat konferensi pers. Namun saya juga ingin menjelaskan bahwa kutipan yang beredar tidak menampilkan keseluruhan konteks pembicaraan," ujar Hotman.


Ia menjelaskan, saat itu seorang wartawan bertanya mengenai dugaan adanya hidden agenda atau agenda tersembunyi dari institusi terkait. Hotman mengaku telah menjawab bahwa dirinya tidak mengetahui hal tersebut karena bukan pihak yang berwenang memberikan penjelasan.


Menurutnya, sebelum selesai menjawab, wartawan lain kembali melontarkan pertanyaan serupa mengenai kemungkinan adanya kekeliruan dari institusi penegak hukum. Kondisi itulah yang membuatnya terpancing emosi.
"Saya sudah berkali-kali mengatakan tidak tahu. Saya tidak mungkin menjelaskan apakah ada hidden agenda dari suatu institusi penegak hukum karena itu bukan kapasitas saya," jelasnya.


Meski memberikan penjelasan mengenai kronologi kejadian, Hotman menegaskan tetap bertanggung jawab atas ucapannya. Ia kembali menyampaikan permintaan maaf kepada wartawan yang hadir saat itu maupun kepada seluruh organisasi pers di Indonesia.


"Terlepas dari apa yang sebenarnya terjadi saat itu, saya tetap menyampaikan permohonan maaf kepada wartawan yang bersangkutan dan kepada seluruh organisasi wartawan di Indonesia. Selama ini saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan rekan-rekan media dan sama sekali tidak ada niat untuk merendahkan profesi wartawan," tutur Hotman.


Ia pun menutup pernyataannya dengan kembali menegaskan permintaan maaf serta berharap polemik tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit