TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo

Slow Bar dengan Biji Kopi Berkualitas di Brainmaker Coffee Hub

Laporan: MG.i/RMN
Jumat, 18 November 2022 | 18:43 WIB
Brainmaker Coffee Hub yang mengusung konsep slow bar. (tangselpos.id/mg1)
Brainmaker Coffee Hub yang mengusung konsep slow bar. (tangselpos.id/mg1)

PAMULANG, Brainmaker Coffee Hub yang mengusung konsep slow bar di mana para pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan penyeduh ini, selalu menawarkan biji kopi yang terbaik dan berkualitas. Mulai dari biji kopi lokal, impor, hingga biji kopi dengan varietas yang langka.

Istilah slow bar yang melekat dengan Brainmaker, merupakan sebuah konsep yang tidak hanya sekadar menawarkan kopi kepada para pelanggan, tetapi para penyeduh dengan senang hati berbagi informasi terkait kopi kepada para pelanggan, begitu pun sebaliknya.

Lokasinya ada di Jalan Benda Timur 15, Blok E26 Nomor 30. Tak jauh dari Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, dan mudah diakses walaupun letaknya yang sedikit tersembunyi dan berada di dalam perumahan.

Salah satu pemilik, Fandy Achmad, menjelaskan bahwa Brainmaker sangat terbuka untuk para pelanggan berbagi dan berinteraksi kepada para penyeduh. Bukan tanpa sebab, hal ini dilakukan untuk terciptanya interaksi kepada para pelanggan dan saling tukar informasi.

Terlebih, dari namanya, Brainmaker memiliki filosofi di mana setiap orang yang mengunjungi kedai kopi sederhananya, pulang membawa sebuah ide baru, tak hanya sekadar mencicipi kopi.

“Karena kita sendiri backgroud-nya home brewer, jadi penyeduh rumahan, ngopi di rumah, emang suka konsep yang filter kopi, kenapa slow bar kita pengen ada interaksi langsung dari penyeduh sama tamu, kita bisa cerita tentang kopi, tentang metode penyeduhan, jadi ada interaksi di sana, bisa banget belajar, kita terbuka untuk tamu-tamu yang nanya tentang kopi,” kata Fandy.

Mulai dari kopi manual brew yang seharga Rp20.000 hingga Rp100.000 sekalipun tersedia di Brainmaker. Tak takut kopinya tak terjual, Fandy memvakum biji kopi yang ada dan membekukannya di freezer guna menjaga keawetan dan ketahanan biji kopi tersebut.

“Di sini tuh ada yang paling murah dan ada yang paling mahal, dan yang paling mahal itu kita ga expect akan laku keras, tapi kita pengen ada loh kalau orang mau nyari kopi semahal itu, kita mau ngenalin orang kopi-kopi yang berkualitas, nah di kita itu ada metode di mana kopi itu divakum sekitar 5 gram kemudian dibekuin, itu metode untuk menjaga kesegaran kopinya,” ungkapnya.

Tak perlu khawatir, para pengunjung yang tak begitu suka dengan kopi pun dapat mencicipi minuman dan makanan ringan lainnya seperti ice taro, matcha, dan kopi susu yang tak kalah menarik.

“Banyak slow bar yang biasanya jualnya filter aja gitu, tapi kami sadar di sini marketnya tuh bukan filter aja, jadi kita tetep sediain menu-menu nonkopi lain kayak matcha, taro, coklat, kopi susu, ada kopi cold brew tonic, ada juga kopi susu yang pake oats untuk orang-orang yang ga bisa minum susu sapi,” jelasnya. 

Sedangkan untuk makanan ringannya terdapat dimsum, roti pangggang, dan kentang goreng yang siap sedia menemani pelanggan sembari menikmati kopi.

Meski begitu, Brainmaker fokus dengan manual brew sebagai menu kopi yang utama. Tak tanggung-tanggung, biji kopi yang ditawarkan untuk para pelanggan pun berasal dari luar negeri yang jarang tersedia di tempat-tempat kopi lainnya.

“Kita pengen ada orang-orang pecinta kopi untuk datang ke sini, jadi kita mengkurasi kopi-kopi yang spesial, yang varietasnya langka kayak Geisha, roastery-roastery dari luar negeri kita ambil yang cukup terkenal dari Malaysia itu The Hub, lalu dari Belanda ada Manhattan, lalu negara-negara dari jepang,” ucap Fandy.

Biji kopi yang ditawarkan pun selalu diperbaharui setiap dua minggu sekali, dengan tujuan para pelanggan tidak akan merasa bosan dan selalu mencoba hal yang baru.

“Kita punya 4 tier, tier 1 itu yang reguler selalu ada, kopi khas sini, tier 2 itu kopi lokal yang dari roaster lokal, kita rolling terus, tier 3 itu adalah kopi impor misalnya dari Ethiopia, Kolombia,” sambungnya.

“Nah tujuannya di-rolling supaya orang tuh dapet experience baru untuk biji-biji kopi yang diminum jadi ga selalu sama, kita pengen orang tuh tau ada origin dari Puntang, ada dari Aceh, kita pengen berbagi keunikan dari rasa setiap origin itu,” tutupnya.

Brainmaker dengan konsep slow bar dan kelengkapan biji kopi yang ditawarkan pun berhasil memikat para pecinta kopi, salah satunya Fajri.

Menurutnya, beragamnya biji kopi yang tersedia pun merupakan salah satu hal yang menarik minatnya, bahkan ia sesekali mencicipi kopi spesial yang tersedia.

“Ya kalau lagi nongkrong sama temen-temen mah yang murah aja Rp20.000, tapi kalau emang lagi pengen ngopi, lagi pengen nyobain, pengen yang beda lah, ya gapapa sesekali mahal coba yang kopi-kopi import langka,” ucap Fajri. 

Brainmaker Coffee Hub siap melayani para pelanggan setiap hari mulai dari pukul 08.00 - 22.00 WIB. Mereka juga menyediakan promo Morning Coffee setiap harinya dengan kopi tier 1 dan kopi susunya seharga Rp15.000.

Tak hanya itu, dengan cara membawa sepeda kesayangannya masing-masing, para pengunjung akan menerima potongan harga sebesar 10%.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo